Mbah Ngatiyem Lolos dari Ledakan Mercon Racikan Cucunya

MERAPI-AMIN KUNTARI Petugas Polsek Pengasih melakukan olah TKP di kediaman Heri
MERAPI-AMIN KUNTARI
Petugas Polsek Pengasih melakukan olah TKP di kediaman Heri

PENGASIH (MERAPI)- Pelajar SMA Heri Setiawan (17) dikenal sebagai peracik mercon kondang di sekitar kampungnya. Tiap Ramadan, dia selalu jadi jujugan sejumlah warga yang ingin membeli mercon.
Di rumah sederhana yag ditinggali bersama neneknya, Ngatiyem (75) di Dusun Timpang, Desa Pengasih, Kecamatan Pengasih, Kulonprogo, Heri bisasa meracik mercon. Bahkan mercon racikan Heri biasa ditimbun selama bertahun-tahun di rumahnya. Jika tak laku dijual, mercon bisa dijual lagi pada Ramadan tahun berikutnya.
“Mercon simpanan inilah yang kemudian menjadi sumber petaka,” ujar Kapolsek Pengasih, Kompol Salim, Rabu (6/6). Mercon simpanan itu kemarin pagi rencananya akan dibeli oleh Ari Supadmanto. Saat mesiunya diujicoba, tanpa diduga menimbulkan ledakan hebat.
Saat kejadian, nenek Ngatiyem tengah berada di halaman rumah sehingga dia luput dari ledakan mercon. “Neneknya saat itu sedang berada di pekarangan dengan jarak sekitar 10 meter dari rumah, sehingga selamat dari ledakan,” tambah Salim.

Sementara saat diperiksa polisi, Ari mengakui bahwa sebelum kejadian ia hendak membeli longsong petasan kepada Heri. Menurutnya, Heri kerap menyimpan petasan selama satu tahun.
”Saya mau beli longsong. Pas saya datang, Heri sedang mengeluarkan bubuk mesiu lalu saya sulut tapi nggak nyala. Heri kemudian mencoba menyulut dan meledak hingga kami lari keluar rumah,” terangnya.
Padahal sebelumnya, tepatnya jelang Ramadan lalu, Kapolres Kulonprogo, AKBP Anggara Nasution mengelurkan maklumat tentang penggunaan dan peredaran kembang (bunga) api serta petasan. Maklumat tersebut juga berisi tentang larangan peredaran dan penggunaan minuman keras (miras) dan minuman beralkohol (mihol) di Kulonprogo.
Maklumat dengan Nomor: Mak/ 01/ V/ 2018 tersebut ditandatangani oleh Anggara pada 17 Mei lalu dan dibuat berdasarkan Peraturan Kapolri Nomor 17 Tahun 2017 tentang Penggunaan, Pengamanan, Pengawasan dan Pengendalian Bahan Peledak Komersial.

“Kami akan melaksanakan razia dan patroli secara rutin. Polsek jajaran juga akan melakukan kegiatan imbangan. Yang perlu diperhatikan adalah polisi melarang penggunaan semua jenis petasan,” tandas Anggara kala itu.
Seperti diketahui, seorang pelajar SMA warga Dusun Timpang, Desa Pengasih, Kecamatan Pengasih, Kulonprogo, Heri Setiawan (17) mengalami luka bakar cukup parah setelah bubuk mesiu bahan pembuat mercon yang diraciknya meledak hebat, Rabu (6/6). Tidak hanya melukai tangan dan kaki Heri, ledakan mercon juga membuat kediamannya rusak parah pada bagian atap. (Unt)

Read previous post:
KARTUN – 7 Juni 2018

Close