Polisi Tembak Pengedar Sabu

MERAPI-SAMENTO SIHONO Tersangka sabu beserta barang bukti diamankan di Polres Sleman.
MERAPI-SAMENTO SIHONO
Tersangka sabu beserta barang bukti diamankan di Polres Sleman.

SLEMAN (MERAPI)- Petugas Satres Narkoba Polres Sleman berhasil mengamankan tiga orang pengedar dan pengguna narkotika jenis sabu akhir pekan lalu. Salah satu pengedar bahkan ditembak kakinya karena berusaha kabur saat hendak ditangkap.
Kasat Narkoba Polres Sleman AKP Toni Priyanto kepada wartawan, Rabu (6/6) menjelaskan, ketiga tersangka yang diamankan yakni AD (42) dan AG (30) keduanya warga Purworejo yang tinggal di Dusun Gelangan, Patalan, Bantul dan seorang kurir berinisial AW (39) warga Godean. AW inilah yang akhirnya ditembak polisi.
Dijelaskan Toni, pengungkapan kasus tersebut bermula dari adanya informasi yang diterima aparat Polres Sleman tentang rencana transaksi sabu di Surakarta dan diedarkan di Sleman. Dari hasil pengembangan, ternyata transaksi itu dilakukan oleh AD.
Tidak mau buruanya lepas, petugas langsung menangkap AD dan AG sesaat mengambil paket sabu. Dari hasil keterangan sementara, pelaku AG ini tinggal di kontrakan di Bantul sudah sekitar dua bulan, sedangkan pelaku AD baru dua pekan.

“Kita tangkap kedua pelaku setelah mengambil paket sabu. Untuk AG pengakuanya baru pertama kali mengkonsumsi sabu. Selain diedarkan, sabu ini juga dikonsumsi sendiri oleh pelaku,” beber Toni.
Namun usaha mereka terendus polisi Polres Sleman yang kemudian meringkusnya. Di rumah pelaku, polisi menemukan 3,53 gram sabu yang dikemas dalam 17 paket siap edar.
Dari hasil pengembangan, polisi kemudian mendapati nama AW yang juga mengedarkan sabu dari pemasok yang sama. Petugas langsung berhasil mengamankan AW di wilayah Godean. Dari tangan AW polisi menyita barang bukti berupa 7 paket sabu dan tiga paket sabu seberat 6,42 gram.
“Ketiga pelaku ini kulakan sabu di tempat yang sama,” tandasnya.

Dijelaskan, AW terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan di bagian kaki kirinya karena berusaha melarikan diri saat hendak ditangkap. Residivis ini mengaku nekat menjual sabu lantaran terdesak kebutuhan ekonomi. Ia mengaku hanya sebagai kurir sabu, kendati demikian, AW berdalih baru sekali menjadi kurir sabu.
“Begitu ada pesanan saya antar barang, bayarnya transfer ke bandar. Setelah barang habis saya baru dapat bayaran,” ujar AW.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku harus mendekam di sel tahanan Polres Sleman. Ketiganya dijerat dengan pasal 112 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun dan denda Rp 8 miliar.
AKP Toni menambahkan, polisi masih memburu pemasok yang sampai saat ini belum diketahui identitasnya. (Shn)

 

Read previous post:
Merapi Waspada, BPPTKG Skenariokan Dinding Kawah Runtuh

UMBULHARJO (MERAPI) - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta masih menyatakan status waspada pada Gunung Merapi karena

Close