Persebaya Ditolak Bermain di SSA

 

 

BANTUL (MERAPI) – Usai kejadian kerusuhan yang melibatkan suporter Persebaya Surabaya dengan Persija Jakarta pada Minggu (3/6) lalu, pengelola Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul akhirnya memutuskan untuk tidak memberikan izin penggunaan stadion yang melibatkan Persebaya. Hal tersebut menjadi keputusan Disdikpora Bantul selaku pengelola Stadion Sultan Agung setelah mendapat masukan dari warga yang menolak kehadiran Persebaya jika bermain di Bantul.

 

Menurut Kabid Pemuda dan Olahraga Disdikpora Bantul, Sapto Priyono, jika ada tim yang mengajukan izin penggunaan stadion dengan melibatkan Persebaya, pihaknya tak akan memberi izin.

 

“Tak ada laga untuk Persebaya di SSA. Kejadian kemarin sudah menjadi pertimbangan kuat bagi kami. Apalagi warga sekitar stadion juga sudah mengeluhkan keamanan di lingkungannya,” ujarnya di Bantul, Selasa (5/6).

 

Dijelaskan Sapto, penyelenggaraan pertandingan di Bantul secara prinsip sebenarnya pihaknya hanya membantu. Sebelumnya, tim tuan rumah selaku penyewa stadion terlebih dahulu meminta izin kepada Bupati Bantul, Suharsono.

 

“Biasanya kan minta izin ke Pak Bupati dulu. Beliau juga selalu berpesan agar tim luar DIY yang menggunakan SSA juga harus menjaga keamanan dan ketertiban. Dengan kondisi seperti kemarin, tentu kami tak ingin membuat warga khawatir,” jelasnya.

 

Ketika ada pertandingan yang melibatkan tim tapi jaminan keamanannya sulit dipegang, maka pihak pengelola tak berani memberikan izin untuk penyelenggaraan pertandingan.

 

“Kasus kemarin sudah cukup memberikan pembelajaran bagi kami. Kami akan lebih selektif ketika terdapat tim luar yang mengajukan peminjaman stadion. Entah itu tim tamu ataupun tim tuan rumah, hendaknya tetap menjaga keamanan dan ketertiban, termasuk suporter yang ada di dalamnya,” beber Sapto.

 

Mengenai total kerugian yang dialaminya, Sapto menyebutkan jika nominalnya diperkirakan mencapai Rp 19 juta. “Ada 20 item barang yang rusak maupun hilang di SSA. Kerugiaanya diperkirakan mencapai Rp 19 juta. Selaku pihak penyewa, akan kami laporkan kerugian ini pada Persija. Harapannya ada solusi untuk membantu perbaikan,” tuturnya.

 

Ditambahkan Sapto, beberapa kerusakan yang ada di stadion memang mulai diperbaiki. “Ada yang langsung kami perbaiki, seperti instalasi air misalnya. Karena itu sangat penting dan dibutuhkan untuk penyelenggaraan pertandingan. Kalau untuk pengadaan barang lain, seperti kaca ataupun pintu, itu tetap membutuhkan dana besar. Kalau ada dananya, ya bisa dilakukan segera,” imbuhnya. (Oro)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
SAMBUT WISATAWAN BUKIT MENOREH-Sopir Jip Wisata Dilarang Ugal-Ugalan

WATES (MERAPI) - Dinas Perhubungan Kabupaten Kulonprogo melakukan pembinaan sopir dan pemeriksaan menyeluruh (ramp check) kondisi jip wisata kawasan Bukit

Close