MENDEKATI IDUL FITRI 1439 H – Produksi Kue Kering Ditingkatkan

MERAPI- SUKRON MAKMUN Semakin dekat Lebaran, stok kue kian diperbanyak.
MERAPI- SUKRON MAKMUN
Semakin dekat Lebaran, stok kue kian diperbanyak.

MENYAMBUT Lebaran 1439 H, produsen makanan ringan seperti kue dan camilan rupanya telah melakukan banyak persiapan jauh-jauh hari. Apalagi bila produsen makanan ringan tersebut tak hanya fokus pada pembuatan aneka kue khas Lebaran.

Kesibukan dapur yang justru meningkat di kala Ramadan dirasakan Siti Nurchasnah, pemilik katering dan pusat roti di Wates. Menyiasati pesanan yang lebih bervariasi shift kerja karyawan toko, bagian produksi dan dapur katering diatur sedemikian rupa sehingga tak keteteran saat harus menyelesaikan sejumlah pesanan.

“Pesanan kue kering dari awal Ramadan sudah ada, manajemen persediaan harus dikelola sehingga pembeli setiap saat datang dapat terlayani, bisa memilih,” terang owner Tiara Catering & Cakes Wates ini, Minggu (3/6) siang. Dijelaskan Chasnah, jenis kue Lebaran yang paling diminati tak terlalu bergeser jauh dari Lebaran sebelumnya. Nastar keranjang, castengel, lidah kucing, menurutnya, selalu banyak dicari pembeli.

Untuk menambah variasi dan menarik bagi pembeli, pada kue nastar sengaja dibikin lebih variatif bentuknya. Dia menyebut nastar cocies, nastar keranjang tetapi diberi taburan sukade, nastar bulat bertabur keju, nastar cengkeh. Dikatakan Chasnah, peningkatan permintaan kue Lebaran tak membuat katering menjadi sepi pesanan walaupun pada Ramadan boleh dikatakan pesanan katering untuk penyelenggaraan hajatan menurun.

“Untuk katering sendiri ramai pesanan untuk buka puasa seperti dari kantor, Lebaran juga diminta melayani keperluan Syawalan open house di rumah dinas bupati serta sejumlah instansi,” kata Chasnah. Menu nasi boks buka puasa, imbuh Chasnah, pesanan minimal 50 porsi sedangkan prasmanan paling sedikit 100 porsi.

Chasnah menuturkan, ekspansi usaha katering mulai dia kembangkan dengan membuka warung makan Ramadhani dengan menu spesial wedang canthing rasa original, coklat dan jahe, soto genthong, bebakaran dan bakso cinol di seputar Mrisi Tirtonirmolo, Bantul.

Berbisnis makanan, kue dan dapur katering sudah mendarah daging bagi Chasnah. Kepercayaan didapat buah dari pengalaman panjang. Chasnah menceritakan, bisnisnya dimulai dari usaha kecil roti dan snack pesanan. Sisa tak terjual dikirim ke pasar. Tanpa dinyana, pesanan katering hajatan yang diterima saat itu ketika dia sama sekali belum berpengalaman, di belakang hari justru berkembang menjadi salah satu usahanya yang paling maju.

Chasnah mengatakan, dirinya bersyukur olahan masakan di dapur kateringnya diterima lidah berbagai kalangan dari kalangan masyarakat biasa hingga melayani para pejabat termasuk pernah diminta menyediakan suguhan katering untuk keperluan kunjungan Presiden Jokowi dan rombongan ke Kulonprogo. “Rintisannya dulu dengan semangat berdikari, setelah beberapa bisnis mengalami kegagalan,” tuturnya. (Sukron Makmun)

 

Read previous post:
ANIS MERAH TURUN PAMOR – Akhirnya Mantap Pilih Murai Batu

JAGAT burung berkicau atau ocehan masih bertahan eksis sampai detik ini. Saat Bulan Puasa pun rutin digelar latihan bersama (latber),

Close