SUPORTER RAMPAS HP-Polda: Penundaan Keputusan Panpel

BANTUL (MERAPI)- Polda DIY memberikan stetmen terkait pembatalan pertandingan Persija melawan Persebaya di Stadion Sultan Agung Bantul. Polisi memastikan jika penundaan pascabentrok suporter itu murni merupakan keputusan panitia pelaksana pertandingan.
“Polda DIY tidak membatalkan pertandingan tersebut. Kick off sedianya akan dilaksanakan pada pukul 20.30 WIB,” ujar keterangan resmi Polda DIY melalui kauin instagram @poldajogja. Penundaan itu memang jadi polemik. Banyak suporter kedua tim yang kecewa dan menyalahkan polisi yang tak memapu mencegah bentrokan hingga berujung penundaan petandingan.
“Pembatalan pertandingan diputuskan oleh panitia pelaksana pertandingan. Bukan oleh Polisi dalam hal ini Polda DIY,” ujar keterangan itu.

Lebih lanjut disebutkan jika memang pengumuman pembatalan itu disampaikan oleh polisi karena polisi memiliki kendaraan yang dilengkapi dengan pengeras suara, sehingga efektif untuk menyampaikan kepada para suporter yang ada di sekitar stadion Sultan Agung Bantul.
Seperti diketahui, suporter pendukung klub Persija Jakarta (Jakmania) bentrok dengan suporter Persebaya Surabaya (bonek) di area parkir sisi timur Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, Minggu (3/6). Akibat bentrokan itu, sebuah sepeda motor dibakar dan dua unit mobil dirusak.
Selain kerusakan, sejumlah suporter dari dua kubu juga mengalami luka, mulai patah kaki, luka di kepala akibat lemparan batu hingga kaki terkena serpihan kaca.
Selain membakar motor dan merusak dua unit mobil, ternyata oknum suporter juga melakukan perampasan handphone milik seorang jurnalis, Edi Setiawan. Bahkan mereka juga melayangkan bogem ke arah wartawan media online tersebut. Peristiwa perampasan itu langsung dilaporkan ke Polres Bantul.

Menurut keterangan, sebelum perampasan terjadi, korban sadang menjalankan tugasnya meliput kerusahan suporter yang melibatkan Bonek dan Jakmania. Sore itu Edi berusaha mengabadikan momentum tersebut. Namun tanpa diduga, oknum suporter langsung menyerang secara brutal. Mendapat serangan, korban sempat menunjukkan kartu pers, namun hal itu tidak membuat pelaku mundur, tetapi justru terus mengamuk.
“Ketika sedang melakukan peliputan ada sekitar enam orang menyerang, memukul dan merampas alat peliputan berupa handphone,” ujar Edi, Senin (4/6). (Roy)

Read previous post:
UJI COBA PSIM TEKUK SAMBA 4-0 – Pemain Pelapis Masih Sulit Bersaing

      YOGYA (MERAPI) - Grafik meningkat ditunjukkan sejumlah pemain PSIM Yogya pada jeda kompetisi Liga 2 musim 2018.

Close