PSS Siapkan Formasi Baru

Slamet Budiono (membawa bola) mencetak gol pertama PSS. (MERAPI-SWADESTA ARIA WASESA)
Slamet Budiono (membawa bola) mencetak gol pertama PSS. (MERAPI-SWADESTA ARIA WASESA) 

 

SLEMAN (MERAPI) – Usai beruji coba dengan Tim Nasional (Timnas) U-19 yang berakhir dengan kemenangan dua gol tanpa balas, Sabtu (2/6) malam, Pelatih Kepala PSS Sleman, Seto Nurdiyantoro langsung menggeber latihan. Dalam latihan yang rencananya digelar Senin (4/6) ini, Hisyam Tolle dkk bakal mendapat menu baru, formasi pendamping. Menu ini bakal diberikan pada satu pekan ke depan sebelum para pemain diliburkan.

 

“Latihan sisa tujuh kali lagi dan ada menu baru, yaitu mencari formasi pendamping. Targetnya para pemain bisa mengaplikasikannya selama tujuh kali sisa latihan sebelum diliburkan selama Lebaran. Formasinya seperti apa, sebenarnya pilihannya banyak. Nanti dipilah dan dipilih mana yang cocok,” katanya Minggu (3/6) pagi.

 

Selama berada di bawah instruksinya, para pemain menggunakan formasi 4-3-3. Formasi ini jauh lebih atraktif dibanding 4-1-4-1 atau 4-2-3-1 di masa Herry Kiswanto (Herkis). Formasi ini membawa PSS ke tiga kemenangan beruntun, dua di Liga saat menghadapi PSBK dan Martapura, satu saat menghadapi Timnas U-19 kemarin.

 

Formasi 4-3-3 tidak hanya menghidupkan kolektivitas permainan namun mampu membuat para pemain nyaman dan berkembang. Rangga Muslim dan Ichsan Pratama contohnya. Dari tiga pertandingan PSS, kedua pemain yang kerap menjadi cadangan di tiga laga awal ini masing-masing sudah menyumbang dua assist.

 

“Formasi ini juga melihat kondisi para pemain nantinya. Tidak bisa sembarangan atau asal suka karena pemain harus nyaman menjalankan tugasnya dalam formasi yang akan diaplikasikan selama satu minggu ini. Saya harap targetnya bisa tercapai, setelah Lebaran kami punya formasi pendamping,” sambung pelatih yang tengah mengambil kursus A AFC ini.

 

Melihat komposisi para pemain saat ini salah satu formasi pendamping yang bisa dicoba adalah 4-4-2. Postur tubuh para pemain PSS sejauh ini tidak memungkinkan menggunakan formasi dengan satu striker. Hanya Cristian Gonzales dan I Made Wirahadi yang punya syarat sebagai striker tunggal sekaligus sebagai defending striker yang bertugas memantulkan bola ke lini kedua.

 

Sayang Gonzales masih belum bisa dimainkan lantaran dibekukannya statusnya di PSS sedangkan I Made Wirahadi harus berkutat dengan cedera. Keduanya juga tidak turun saat PSS meladeni Timnas U-19.

 

Usai menghadapi Timnas, Seto melihat para pemain menunjukkan grafik meningkat. Kondisi fisik tetap terjaga meski porsi latihan selama Ramadan dikurangi. Para pemain juga sudah menjalankan perintahnya dengan bermain agresif selama pertandingan, baik saat menyerang maupun ketika melakukan pressing.

 

“Progresnya sudah ada tapi masih tetap butuh evaluasi di beberapa hal. Kemarin kami berhasil keluar dari tekanan dan mencetak gol lewat serangan balik, ada kesabaran dan mereka sudah tidak menyiakan peluang tapi ada beberapa hal yang akan kami perbaiki,” sambung Seto.

 

PSS memang lebih banyak ditekan saat meladeni Timnas muda besutan Indra Sjafri ini. Selama 30 menit babak pertama, mereka dikurung Egy Maulana Vikri dkk yang lebih banyak melakukan serangan lewat sayap. Penyerang Timnas, Aji Kusumo beberapa kali mengancam gawang Setya Beni. Egy juga nyaris membobol gawang Laskar Sembada setelah solo run-nya gagal dihentikan barisan pertahanan PSS.

 

Lewat serangan balik cepat dari sisi kiri pertahanan Timnas, umpan silang Ichsan Pratama mampu diselesaikan Slamet Budiono menit 40 dan membawa PSS unggul 1-0 hingga jeda. PSS dan Timnas U-19 merombak komposisi pemain di awal babak kedua. Perombakan PSS jauh lebih sukses lantaran menghasilkan lebih banyak peluang. Gol kedua PSS akhirnya terwujud di menit 61 setelah Ichsan Pratama dengan sigap mengeksekusi umpan silang dari pemain PSS Irham Irhaz. Skor 2-0 bertahan hingga akhir pertandingan. (Des)

Read previous post:
PSIM YOGYA – Performa Tinton Belum Memuaskan

  YOGYA (MERAPI) - Ketika penampilan PSIM Yogya menunjukkan perkembangan positif, ternyata tidak diimbangi dengan penampilan individu dari masing-masing pemain.

Close