POLISI SELIDIKI SAMPEL MAKANAN-Curiga Telur Balado Alot

MERAPI-SAMENTO SIHONO Petugas Polsek Berbah menunjukan barang bukti nasi kotak
MERAPI-SAMENTO SIHONO
Petugas Polsek Berbah menunjukan barang bukti nasi kotak

BERBAH (MERAPI)- Polisi belum memastikan jenis makanan apa yang membuat puluhan warga Dusun Caren, Jogotirto, Kecamatan Berbah, Sleman mengalami keracunan massal. Namun sejumlah warga curiga dengan telur balado di dalam otak nasi.
Salah stau korban, Dwi Prihatnasari (32) mengaku merasakan sakit perut usai menyantap makanan yang disajikan saat berbuka puasa. Kendati demikian, ia mengangap hal itu hanya sakit biasa. Dia baru curiga setelah anaknya Dafa (7) juga mengeluh sakit perut.
“Awalnya saya kira hanya masuk angin, setelah saya kasih obat ternyata malah muntah-muntah. Ternyata kejadian serupa juga dirasakan oleh warga lain dengan gejala yang sama,” katanya, Minggu (3/6).
Dwi mengaku awalnya tidak menaruh curiga dengan masakan yang ia santap, namun telur balado yang ia makan terasa alot. “Sebelum dibuat balado, telur biasanya digoreng dulu. Lha itu rasanya kok agak alot, biasanya kalau telur sehat rasanya tidak alot,” katanya.

Akibat kejadian itu, Dwi bersama dua anaknya harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara. Dia berharap kondisinya bisa segera pulih dan dapat beraktivitas kembali. Hingga Minggu siang ia masih terbaring bersama dua orang anaknya di rumah sakit.
“Rasanya masih mual, tapi sudah tidak muntah-muntah,” jelasnya.
Sementara itu Kapolsek Berbah Kompol Agus Zaenudin mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih melakukan pendataan terkait korban dugaan keracunan menu berbuka puasa tersebut. Menurutnya, dari data sementara korban keracunan mencapai 73 orang.
“Sampai saat ini kita masih melakukan pendataan jumlah korbannya, sekitar 73 orang diduga keracunan pada saat buka puasa bersama. Mereka masih anak-anak maupun orang dewasa,” kata Agus.

Pihaknya akan melakukan penyelidikan atas kasus tersebut setelah menunggu pihak dokter memberikan keterangan terkait penyebab terjadinya keracunan massal itu. Saat ini pihaknya telah memeriksa 2 orang sebagai saksi.
Agus menambahkan, sampel makanan menu berbuka puasa juga telah diamankan untuk dilakukan pemerikasaan lebih lanjut. Selain itu sejumlah warga termasuk pembuat takjil juga sudah dimintai keterangan, terkait kasus keracunan tersebut.
“Kita masih menungggu dari keterangan dokter, bakteri apa yang menyebabkan keracunan itu. Setelah itu nanti baru kita lakukan penyelidikan lebih lanjut,” jelasnya.

Agus menambahkan hingga saat ini para pasien keracunan menu berbuka puasa tersebut berada di beberapa rumah sakit di antaranya di RS Hardjolukito, RS Bhayangkara, RS Bethesda, RS Prambanan dan RS Panti Rini Kalasan.
Puluhan warga Dusun Caren, Jogotirto, Kecamatan Berbah, Sleman mengalami keracunan usai menyantap nasi kotak saat buka puasa bersama di Masjid Al-Maab, Berbah, Jumat (1/6). Hingga Minggu (3/6), sebanyak 32 orang masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara Polda DIY. Sementara itu polisi mengamankan sisa makanan yang diduga memicu keracunan massal. (Shn)

Read previous post:
MERAPI-SAMENTO SIHONO Tersangka NA saat menjalani pemeriksaan di Polsek Kalasan.
SATU PELAKU MASIH KABUR-Duel dengan Korban, Penjambret Takluk

KALASAN (MERAPI)- Petugas Patroli Polsek Kalasan berhasil mengamankan seorang penjambret berinisial NA (18) warga Wirobrajan, Kota Yogya, Jumat (1/6) malam.

Close