Sawah Tadah Hujan Mulai Kekeringan

Ilustrasi kekeringan.

SUKOHARJO (MERAPI) – Sawah tadah hujan disejumlah wilayah di Sukoharjo mulai kekeringan kekurangan air pada musim kemarau seperti sekarang. Para petani terpaksa mengairi tanaman padi menggunakan sumur pantek. Akibatnya terjadi pembengkakan biaya untuk sewa mesin diesel dan membeli bahan bakar.

Petani Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura Sulardi, Minggu (3/6) mengatakan, kondisi sawah sudah kering. Kondisi tersebut membuat olah tanah untuk musim tanam II (MT II) menjadi terkendala. Sebab butuh banyak pasokan air agar pengolahan bisa berjalan dengan lancar.

“Kemarin baru saja panen MT I dan mau tanam MT II namun kondisi sawah kering tidak ada air karena sekarang sudah musim kemarau,” ujar Sulardi.

Pengolahan tanah dilakukan Sulardi dengan mengambil air dari sumur pantek. Sekarang sudah menyewa mesin diesel dan membeli bahan bakar.

“Dari awal olah tanah hingga perawatan selama satu bulan butuh biaya lebih dari Rp 500 ribu. Biaya itu untuk sewa mesin diesel dan membeli bahan bakar. Kalau sampai panen maka biasanya lebih besar lagi,” lanjutnya.

Petani asal Desa Mayang, Kecamatan Gatak Warni mengatakan, sudah melakukan MT II padi pada Mei lalu. Kondisi tanaman padinya sekarang sudah berumur lebih dari satu minggu. Selanjutnya dilakukan perawatan rutin dengan menambah suplai air dari sumur pantek.

Air sengaja diambilkan dari sumur pantek karena kondisi sawah sekarang kering akibat kemarau. Apabila tidak disuplai maka dikhawatirkan mempengaruhi pertumbuhan tanaman.

“Sawah saya tadah hujan, jadi kalau tidak ada hujan kering. Terpaksa ambil air dari sumur pantek dan utuh biaya tambahan,” ujarnya.

Warni mengatakan, sedikit beruntung tidak perlu sewa karena sudah memiliki mesin diesel sendiri. Meski begitu biaya tambahan dikeluarkan untuk membeli bahan bakar.

“Tinggal perawatan dan menunggu panen MT II. Nanti setelah ini saat MT III saya juga akan masih tanam padi karena kemungkinan kemarau pendek dan setelah ini musim hujan lagi,” lanjutnya.

Meski kekurangan air dan kondisi panas akibat kemarau namun tetap disyukuri petani. Sebab mereka berharap hasil panen pada MT II kali ini lebih baik dibanding MT II setelah sering diguyur hujan dan mengakibatkan kadar air pada gabah tinggi. Imbasnya harga gabah dipasaran sempat anjlok.(Mam)

Read previous post:
Terbagi Tiga Kloter, 772 Calon Jamaah Haji Sukoharjo Siap Diberangkatkan

SUKOHARJO (MERAPI) - Sebanyak 772 orang calon jamaah haji asal Sukoharjo tahun 2018 siap diberangkatkan pada 29 dan 30 Juli

Close