CERITA MISTERI – Bau Asap Rokok Mbah Kung

RUMAH Pakdhe Narto (bukan nama sebenarnya) bisa dibilang bersih. Selain penghuninya memang hobi bersih-bersih, di dalam rumahnya ada peraturan dilarang merokok. Jadi otomatis tidak ada bau pengap di dalam rumah itu.

Namun akhir-akhir ini Pakdhe Narto jadi uring-uringan. Tanpa sebab yang pasti di dalam rumahnya meruar bau rokok. Bau asapnya apek sekali. Apalag bila sore menjelang Maghrib, baunya makin menyengat hidung.

Pernah suatu sore sambil bersungut kesal Pakdhe Narto bertanya kepada isterinya. “Tadi ada tamu datang ya, Bu? Kok bau asap rokoknya menyengat?”

“Tidak Pak, tapi saya juga mencium bau rokok. Mungkin anak kita,” kilah isterinya. Isteri Pakdhe Narto lalu menanyai anaknya apa tadi teman-temannya yang datang ada yang merokok, ternyata tidak ada.

Kejadian itu berlangsung tiap sore hari, seluruh penghuni rumah itu memang tidak ada yang merokok. Namun tetap saja aroma rokok berkeliaran di ruangan. Hingga suatu hari Pakdhe Narto tahu asal-usul bau rokok yang meruar tiap sore itu.

Secara kebetulan yang mengetahui perihal bau asap rokok adalah Pak Udin (nama samaran), saudara Pakdhe Narto yang tinggal di Kulonprogo, kali itu sedang mengujunginya dan berniat menginap barang semalam dua. Pak udin membawa anak perempuannya yang berusia lima tahun.

“Nanti tidur di kamar itu bersama ayahmu, ya Nduk,” kata Pakdhe Narto sambil menunjuk sebuah kamar. Lalu Pak Udin dan anaknya terus masuk ke dalam kamar tersebut.

Sore mendekati Maghrib, aroma bau rokok sudah mulai meruar. Anak Pak Udin masih tidur di kamarnya. Pak udin dan Pakdhe Narto berbincang di teras rumah sambil minum teh hangat dan menikmati sepiring pisang goreng.

“Ayaaah, sini ayah!” Bergegas Pak Udin mendatangi kamar tempat anaknya tidur, Pakdhe Narto mengikuti di belakang.

“Ada apa Ndhuk panggil-panggil, Ayah?” tanya Pak udin.

“Anu Ayah, ada simbah nongkrong di atas almari sambil merokok.”

“Mana simbahnya?” tanya ayahnya lagi.

“Itu yah, simbahnya berbibir tebal, kakinya panjang kecil, rambutnya hitam tapi janggutnya putih,” kata anak Pak Udin sambil menunjuk ke atas almari. Anaknya langsung didekap Pak Udin dan dibawa keluar kamar.

Esoknya seorang tamu Pakdhe Narto datang, lalu masuk ke kamar wingit tersebut. Setelah itu keluar sambil membawa sebuah pipa atau cangklong yang besar. Setelah itu bau asap rokok di rumah Pakdhe Narto tidak meruar lagi. (Sunaryono/Jbo)

Read previous post:
BEBERAPA MACAM FUNGSI GAMELAN (1) – Dimanfaatkan untuk Dakwah Agama

Dalam kehidupan sehari-hari, gamelan berfungsi sebagai ansambel pengiring seni tari, upacara adat dan pagelaran seni lain. Juga digunakan untuk mengiringi

Close