3 KALI MASUK PENJARA TAK BIKIN PELAKU JERA-Rampas HP, Residivis Aniaya Bakul Pecel Lele

MERAPI-SAMENTO SIHONO Polisi menunjukkan tersangka perampasan beserta barang buktinya.
MERAPI-SAMENTO SIHONO
Polisi menunjukkan tersangka perampasan beserta barang buktinya.

MLATI (MERAPI)-  Tim Buser Polsek Mlati, Sleman berhasil membekuk residivis pelaku perampokan, GL (25) warga Sayegan Sleman usai beraksi di Dusun Getas, Tlogoadi, Mlati, Sleman, akhir pekan lalu. Saat beraksi, tersangka tergolong sadis karena tak segan melukai dan mengancam korbannya. Padahal, dia sudah 3 kali masuk penjara.
Satu rekan pelaku yang juga ikut beraksi, TA hingga Rabu (30/5) masih diburu polisi. Kapolsek Mlati Kompol Yugi Bayu kepada wartawan kemarin mengatakan, GL ditangkap usai merampas handphone milik Fahran Fahrurizal seorang pedagang pecel lele warga Mlati.
Peristiwa itu bermula saat GL bersama temanya TA keduanya warga Sayegan berboncengan dengan sepeda motor Honda Beat melintas di lokasi kejadian. Saat melintas, tersangka melihat korban sedang bermain handphone. Saat itu timbul niat keduanya untuk merampas HP dari tangan korban.

Karena terpengaruh minuman keras, keduanya lantas putar balik. Tersangka GL turun dari motor dan merampas handphone korban. Secara spontan, korban pun melawan. GL kemudian menyerang korban menggunakan keling dan mengenai bagian kepalanya.
Sontak korban berteriak minta tolong. Warga sekitar kemudian mendatangi lokasi kejadian. Tersangka TA yang panik melarikan diri dengan sepeda motor. Naas bagi GL yang tertinggal karena dia kemudian dibekuk oleh warga.
“Tersangka GL ditangkap di bulak persawahan dekat lokasi kejadian. Sedangkan TA masih dalam pengejaran,” kata Yugi. Dikatakan Yugi, dalam penangkapan itu polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa handphone dan pisau yang digunakan untuk mengancam korban. Hingga saat ini petugas masih terus mendalami kasus itu, termasuk mengejar tersangka TA.

“Untuk barang bukti keling yang digunakan untuk memukul korban belum kita temukan. Kita masih kembangkan kemungkinan adanya lokasi perampasan lain,” jelasnya.
Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku sudah tiga kali masuk penjara dengan kasus yang sama. “Lokasi kejahatan tersangka tersebar di beberapa titik di wilayah Sleman,” ujar Yugi. Dijelaskan, tersangka GL terakhir keluar penjara tahun 2016 atas kasus pencurian dan kekerasan di wilayah Mlati.
“Kedua tersangka ini merupakan residivis yang juga masih sepupuan. Mereka beraksi pada tengah malam hingga Subuh,” tandasnya.

Kepada penyidik, tersangka GL mengaku nekat melakukan perampasan lantaran tidak mempunyai pekerjaan. Hasil kejahatan rencananya akan dijual dan uang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. “Saya tidak bekerja, rencananya handphone akan saya jual,” ucapnya.
Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya tersangka GL harus meringkuk di sel tahanan Polsek Mlati. Tersangka dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. (Shn)

 

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Perbaikan Jembatan Talang Bawong Belum Rampung, Intake Kalibawang Tak Akan Dibuka

KALIBAWANG (MERAPI) - Komisi Air Kulonprogo memastikan saluran induk irigasi atau Intake Kalibawang tidak akan dibuka sebelum perbaikan jembatan Talang

Close