PERERAT PERSAUDARAAN DEKU MANIA – Latihan Prestasi Burung Derkuku

MERAPI-SULISTYANTO Latpres derkuku di Karakan dilanjutkan dengan buka puasa bersama.
MERAPI-SULISTYANTO
Latpres derkuku di Karakan dilanjutkan dengan buka puasa bersama.

LATIHAN prestasi (latpres) burung derkuku selain di bulan Ramadan biasanya digeber pada pagi sampai siang hari. Khususnya Ramadan Latpres dilaksanakan sore hari sembari menunggu datangnya tanda buka puasa atau ngabuburit. Kegiatan itu sekaligus mempererat tali persaudaraan para pecinta burung derkuku.

Salah satu latpres derkuku sore hari, yakni dilaksanakan di Karakan Godean Sleman, Minggu (27/5) lalu. Even ini terselenggara berkat kerjasama antara Persatuan Pelestari Derkuku Seluruh Indonesia (PPDSI) DIY dengan panitia merti dusun setempat. Sehari sebelum latpres derkuku, digelar juga latpres burung puter pelung. Keduanya dimulai pukul 14.00 dan terdiri dari empat babak penilaian.

“Setelah selesai latpres dilanjutkan buka puasa bersama. Panitia telah menyediakan menu prasmanan dengan makanan utama soto,” papar salah satu panitia, Andi Tifa saat ditemui di sela-sela latpres.

Kegiatan seperti ini, lanjutnya, termasuk bagian dari melatih mental derkuku kualitas lomba. Bahkan dapat mempererat persaudaraan deku mania yakni para penggemar derkuku di DIY dan sekitarnya. Jumlah derkuku yang mengiktui latpres sekitar 50 ekor, sedangkan puter ada 60 ekor. Tim juri derkuku antara lain ada Gito, Guntur, Ali, Sukir dan Tanto. Sedangkan tim juri puter pelung ada Mulyadi, Purnomo, Slamet, Amir, Siswo serta Danang.

Panitia lainnya, Janang Harmadi mengatakan, latpres kali ini sengaja tak menggunakan tiang gantangan. Namun cukup menggunakan tenda, lalu sangkar derkuku maupun puter pelung digantung sesuai nomor pendaftaran. Cara seperti ini diharapkan menjadi bagian dari inovasi, sehingga bisa menghemat biaya seperti sewa serta pemasangan tiang gantangan. Meski berada di bawah tenda, derkuku yang diikutkan latpres mampu ‘kerja’ (manggung) dengan baik.

“Juara satu sampai sepuluh, baik kelas senior, yunior maupun pemula berhak mendapatkan trophi serta piagam kejuaraan,” urainya.
Selain deku mania, beberapa deku mania asal Solo datang juga pada latpres ini. Termasuk derkuku milik orang Bandung maupun Surabaya, tapi perawatannya dititipkan pada deku mania asal DIY. Sebelum maupun setelah latpres, tak sedikit juga digunakan saling ramah-tamah serta tukar pengalaman dan wawasan dalam merawat derkuku kelas lomba. Adapun menu buka puasa yang disediakan ada 300 porsi.

“Selain untuk deku mania pemilik derkuku yang ikut latpres, ada juga untuk panitia termasuk tim parkir kendaraan. Bahkan sebagian warga yang ikut menonton kami persilakan bisa ikut buka puasa bersama,” ungkap Janang.

Ditambahkan, selain latpres burung anggungan baik derkuku maupun puter pelung, diharapkan juga digelar lomba burung berkicau atau ocehan di Karakan. Apalagi ada beberapa tanah kosong yang oleh pemiliknya sudah diperbolehkan untuk menggelar latpres/lomba anggungan maupun ocehan. (Yan)

Read previous post:
‘GLADHEN’ DI KAMPUNG JEMPARINGAN – Ngabuburit Bermanfaat Ala Nabi Muhammad

  BUNYI lonceng yang terdengar sebagai tanda bahwa anak panah melesat tepat mengenai sasaran, seketika disambut sorak sorai dan tepuk

Close