‘GLADHEN’ DI KAMPUNG JEMPARINGAN – Ngabuburit Bermanfaat Ala Nabi Muhammad

 

MERAPI-AMIN KUNTARI Peserta Gladhen Jemparingan menarik tali gandewa sembari membidik sasaran
MERAPI-AMIN KUNTARI
Peserta Gladhen Jemparingan menarik tali gandewa sembari membidik sasaran

BUNYI lonceng yang terdengar sebagai tanda bahwa anak panah melesat tepat mengenai sasaran, seketika disambut sorak sorai dan tepuk tangan para peserta berpakaian Adat Jawa. Inilah gambaran keseruan kegiatan ‘Gladhen Jemparingan’, sebagai salah satu aktivitas ngabuburit asyik ala Nabi Muhammad SAW di wilayah Pengasih, Kulonprogo.

‘Gladhen Jemparingan’ merupakan kegiatan latihan memanah yang bisa dilakukan siapa saja, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa hingga lansia. Memanah sudah diketahui banyak orang sebagai kegiatan yang dahulu kerap dilakukan oleh Rasulullah. Wajar saja, manfaat yang bisa diperoleh dalam aktivitas ini cukup banyak, di antaranya melatih ketangkasan, kepekaan, serta mengasah insting.

Selama Ramadan, ‘Gladhen Jemparingan’ digelar selepas Ashar hingga azan Maghrib tiba. Maklum saja, pesertanya ingin menjadikan kegiatan ini sebagai aktivitas ngabuburit atau menunggu buka puasa yang asyik juga seru. Tempatnya yakni di Lapangan Jatikusumo, Desa Pengasih, Kecamatan Pengasih. Lokasi yang juga disebut sebagai Kampung Jemparingan ini pada tahun 2017 lalu telah diresmikan oleh Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo.

Saat Merapi coba menyambangi Kampung Jemparingan Pengasih, puluhan orang terlihat sedang serius membidik sasaran. Ada 10 bandul atau sasaran yang dipadati peserta berpakaian adat Jawa. Secara bergantian, mereka berusaha membidik bandul sebanyak empat kali dalam setiap rambahan atau babak.

“Jumlah peserta latihan cukup banyak, sampai 90 orang. Biasanya, ada 15 rambahan yang dilaksanakan,” kata Pembina Paguyuban Jemparingan Langen Progo, Joko Mursito.

Setiap Sabtu sore, jumlah peserta ‘Gladhen Jemparingan’ memang membludak karena bertepatan dengan hari terbentuknya Paguyuban Jemparingan Langen Progo. Pesertanya tidak hanya berasal dari Kulonprogo saja. “Melainkan juga dari luar daerah seperti Sukoharjo, Sragen, Temanggung, Bantul, Yogya dan lainnya,” ujarnya.

Di awal kegiatan, para peserta nampak serius membidik sasaran. Mereka berusaha melihat bandul dengan cermat sebelum melesatkan anak panah. Jika anak panah sudah dilepas kemudian disusul bunyi lonceng tanda tepat sasaran, sorak sorai peserta langsung terdengar. Mereka merasa puas karena berhasil melatih ketangkasan dan kecermatan.

“Olahraga memanah ala Prajurit Kraton Ngayogyokarto Hadiningrat ini memang telah menjadi magnet yang menyedot perhatian banyak orang. Terbukti, setiap digelar latihan, pesertanya cukup banyak,” imbuh Joko.

Lalu, bagaimana dengan peserta yang berhasil membidik sasaran dengan tepat? Rupanya ada hadiah hiburan yang diberikan, mulai dari mie instan, kopi kemasan hingga ayam tiga ekor. Meski demikian, pihak panitia menegaskan bahwa acara ini bukan sebuah perlombaan, melainkan kegiatan untuk menjalin silaturahmi sekaligus melestarikan budaya Jawa.

“Jadi bukan untuk bersaing. Kami berupaya memanfaatkan waktu menunggu berbuka dengan kegiatan positif. Setelah selesai gladhen, biasanya dilanjutkan buka bersama meski hanya dengan menu sederhana,” urai Joko.

Digelarnya kegiatan Gladhen Jemparingan, disambut antusias para peserta. Billi Nugroho (10), warga Tobanan, Desa Pengasih, Kecamatan Pengasih misalnya, tertarik mengikuti gladhen jemparingan sejak tujuh bulan lalu. Menurutnya, jemparingan merupakan kegiatan yang seru.“Kalau pas berhasil mengenai sasaran, seneng banget,” tukas Bili.

Diakui Billi, untuk melakukan jemparing awalnya tak mudah. Bocah ini harus bisa menarik tali gandewa sekuat tenaga. Kini, Billi sudah terbilang lihai. Ia berulang kali berhasil membidik sasaran dengan tepat.“Saya ajak juga teman-teman untuk ikut latihan,” pungkasnya. (Unt)

 

Read previous post:
BULAN RAMADAN MEMBAWA BERKAH – Permintaan Sajadah Anak Melonjak

RAMADAN membawa berkah. Setidaknya hal itu dirasakan Rustiningsih. Warga Dusun Kamal Kulon RT 5 RW 10 Desa Margomulyo Kecamatan Seyegan

Close