Sayuran Bantu Padatkan Tulang

MERAPI-JB SANTOSO – Sayuran hijau baik bagi kekuatan tulang.
MERAPI-JB SANTOSO – Sayuran hijau baik bagi kekuatan tulang.

KALAU usia sudah sepuh, siapa pun harus tahu diri. Jangan memaksakan diri bergerak dan bekerja ekstra, apalagi dengan memaksa kerangka tubuh (tulang-tulang) menanggung beban kerja yang berat. Sebab, siapa tahu tulang kita sudah rapuh atau terkena osteoporosis. Sebab penyakit ini datang tanpa tanda-tanda yang jelas.

Kenapa semakin usia bertambah setiap individu harus mewaspadai oetoporosis? Menurut dr Judin Putra Tanjung MSc yang berpraktik di salah satu rumah sakit swasta di Jakarta, ketiak usia bertambah, factor risiko timbulnya osteoporosis semakin tinggi.

“Setiap peningkatan umur 1 dekade, maka risiko osteoporosis akan meningkat 1,418 kali,” ungkapnya dalam sebuah media kesehatan. Namun Judin kemudian menambahkan bahwa risiko itu lebih banyak berlaku pada ras yang berkulit putih. Sementara untuk ras kulit berwarna risikonya menjadi lebih kecil.

Selain itu wanita juga lebih rentan terkena osteoporosis disbanding kaum pria. Masih banyak faktor lagi yang membuat tulang seseorang mudah rapuh

Misal pola makan, pengaruh obat-obatan, kebiasan minum minuman keras dan merokok, kekurangan hormone seks, kurang banyak bergerak dan sebagainya.

Ketika tulang seseroang merapuh, maka kan mudah terkena trauma ringan, tubuh makin pendek dan makin mmebungkuk. Osteoporosis seringkali juga menunjukkan gejala nyeri tulang yang merata. Bahkan ada penderita yang secara kebetulan dapat dikethaui dari gambaran radiologic yang khas.

Sudah banyak kita bahas tentang penyakit ini, namun satu hal pasti yang harus kita kerjakan adalah mengantisipasi kondisi yang diduga akan menimbulkan osteoporosis sekunder.Cara mendiagnosis osteoporosis adalah dengan pemeriksaan klinis yang cermat, ditambah pemeriksaan laboratorium, radilogi, desitonometri dan kadang-kadang diperlukan biopsy ulang.

Menurut dr Richard Candra dalam sebuah situs, olahraga ringan perlu dilakukan para lansia untuk memperkuat tulang. Namun pada prisnsipnya, penderita osteoporosis harus menghindari melakukan gerakan yang menghentak, memutar-mutar, gerakan tiba-tiba. Juga jangan melakukan gerakan yang menghasilkan benturan. Selain itu, lansia harus mengurangi menekuk tulang belakang ke depan, mulai dari pinggang dan mengangkat beban terlalu berat.

Richard menandaskan, pemrograman latihan sebaiknya didasari dari pemeriksaan pra-latih agar pilihan serta program pelatihan dapat disesuaikan dengan masing kasus pada individu.

Pada beberapa kasus juga terkadang diperlukan pemberian orthosis (alat bantu), misalnya korset, tongkat, atau alat berjalan lainnya, terutama pada orang tua yang terganggu keseimbangannya.

Hal lain yang juga harus diperhatikan adalah pencegahan risiko untuk terjatuh, misalnya menghindari lantai atau alas kaki yang licin, pemakaian tongkat atau rel pergangan tangan terutama di kamar mandi, memperbaiki fungsi penglihatan.

Dikarenakan tingginya angka kejadian patah tulang pada penderita osteoporosis terjadi akibat terjatuh dan resiko terjatuh yang paling sering justru terjadi di dalam rumah, maka perlu juga partisipasi dari anggota keluarga lainnya dalam upaya pencegahan ini. Asupan kalsium dari makanan sekitar 1.300 mg per hari dan vitamin D dengan paparan matahari pagi selama 15-30 menit atau suplementasi 400-800 IU per hari.

Terakhir hindari pula kebiasaan merokok dan mengkonsumsi alkohol berlebih. Pemeriksaan dini untuk mengenali adanya kemungkinan gangguan ini juga dapat juga dilakukan, pada laki-laki pengukuran kadar hormon testosteron dan pada wanita pendeteksian awal menopause, sehingga pilihan pengobatan yang tepat dapat diberikan. (dari berbagai sumber) – (Jbo)

 

Read previous post:
Ilustrasi pedagang oprokan
Pedagang Oprokan Tanjungrejo Gatak Ditertibkan

SUKOHARJO (MERAPI) - Penataan terhadap pedagang oprokan Pasar Tanjungrejo, Gatak disekitar kantor Kecamatan Gatak dilakukan tim gabungan Pemkab Sukoharjo. Pedagang

Close