Pedagang Oprokan Tanjungrejo Gatak Ditertibkan

Ilustrasi pedagang oprokan
Ilustrasi pedagang oprokan

SUKOHARJO (MERAPI) – Penataan terhadap pedagang oprokan Pasar Tanjungrejo, Gatak disekitar kantor Kecamatan Gatak dilakukan tim gabungan Pemkab Sukoharjo. Pedagang oprokan diberi waktu satu minggu untuk pindah lokasi berdagang dari jalan dan trotoar masuk ke dalam pasar. Petugas sudah memberikan sosialisasi jauh hari dan diharapkan ditaati. Apabila tidak maka akan dilakukan penertiban secara paksa.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo Heru Indarjo, Selasa (29/5) mengatakan, tim gabungan yang dilibatkan yakni dari Satpol PP, Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Dinas Perhubungan dan Kecamatan Gatak. Petugas kali terakhir memberikan sosialisasi dengan terjun ke lokasi di Pasar Tanjungrejo, Gatak pada Senin (28/5).

Hasil pendataan diketahui total ada 75 orang pedagang oprokan Pasar Tanjungrejo, Gatak masuk dalam target penataan. Sebab mereka berjualan di luar pasar sudah sangat lama dengan menempati tempat bukan seharusnya seperti di trotoar dan badan jalan di perempatan antara Pasar Tanjungrejo, kantor Kecamatan Gatak dan SMPN 1 Gatak.

Keberadaan pedagang oprokan membuat kondisi lingkungan menjadi kumuh dan menyebabkan arus lalu lintas kendaraan macet pada jam sibuk. Bahkan kemacetan semakin diperparah dengan adanya parkir kendaraan menggunakan badan jalan.

Tim gabungan Pemkab Sukoharjo sudah sering memberikan sosialisasi pada pedagang oprokan dan memberi waktu satu minggu untuk segera pindah. Petugas menarget pada awal Juni penataan sudah selesai berjalan.

Para pedagang oprokan nantinya sudah mendapatkan tempat berdagang setelah meninggalkan trotoar dan jalan. Sebab dari 75 pedagang sebanyak 25 pedagang diantaranya sudah memiliki tempat di dalam Pasar Tanjungrejo, Gatak berupa kios dan los. Namun mereka memilih pindah keluar pasar karena kondisi di dalam sepi pembeli.

Sedangkan sebanyak 50 pedagang oprokan lainnya juga sudah disiapkan tempat oleh tim gabungan Pemkab Sukoharjo. Lokasinya yakni masih disekitar Pasar Tanjungrejo dengan menggunakan tanah di depan gedung PKK Kecamtan Gatak.

“Di luar pasar meliputi trotoar dan badan jalan harus steril dari pedagang dan parkir liar kendaraan. Pedagang oprokan harus pindah ke lokasi baru yang telah disediakan dalam waktu satu minggu,” ujar Heru Indarjo.

Tempat yang telah disediakan untuk pedagang dan parkir sudah disepakati dengan pedagang dan dicek petugas. Dengan demikian maka pedagang oprokan tidak perlu khawatir tidak bisa berdagang.

“Petugas bukan melarang namun hanya menertiban berupa penataan. Sebab selama ini pedagang oprokan berjualan secara liar dengan menyalahi aturan tempat dan berdampak pada lingkungan sekitar,” lanjutnya.

Camat Gatak Sumi Rahayu mengatakan, Kecamatan Gatak ikut dalam tim gabungan karena ketempatan tempat Pasar Tanjungrejo. Para pedagang oprokan sendiri mayoritas berasal dari warga Kecamatan Gatak, namun tidak sedikit dari luar.

Kecamatan Gatak sudah memberikan sosialisasi pada para pedagang oprokan untuk menaati aturan penempatan berdagang dengan tidak menggunakan trotoar dan badan jalan. Pedagang wajib menggunakan tempat yang telah dimiliki di dalam pasar baik berupa kios maupun los.

“Proses penataan berupa pemindahan tempat berdagang para pedagang oprokan sudah lama dipersiapkan berupa sosialisasi dan memberikan pemahaman,” ujar Sumi Rahayu.

Penataan pedagang oprokan termasuk parkir kendaraan diharapkan pihak Kecamatan Gatak bisa membuat arus lalu lintas menjadi lancar. Sebab selama ini akses kendaraan sering terganggu akibat parkir liar. (Mam)

Read previous post:
250 Formasi CPNSD Diusulkan

KARANGANYAR (MERAPI) - Pemkab Karanganyar mengajukan 250 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) 2018 ke Kementrian Pemberdayaan Aparatur Negara

Close