Banyak Duduk Mengancam Tulang

MERAPI-JB SANTOSO Tahu, tempe dan biji-bijian bermanfaat bagi tulang.
MERAPI-JB SANTOSO
Tahu, tempe dan biji-bijian bermanfaat bagi tulang.

ADA banyak cara dapat ditempuh untuk menahan laju pengeroposan tulang. Selain dengan obat herbal dan sulih hormon, juga harus didukung dengan gaya hidup dan pola makan yang sehat. Seiring perkembangan gaya hidup modern, osteoporosis kini bukan monopoli lansia, tapi juga dapat menyerang kaum muda.

Seseorang yang tidak banyak melakukan gerakan fisik mempunyai risiko pengeroposan tulang lebih besar dibanding dengan mereka yang terbiasa melakukan olahraga.

Latihan fisik merupakan hal penting dalam proses pembentukan dan pertahanan tulang, terutama bagi wanita yang telah mengalami menopause.

Karena itu berolahragalah agar proses kerapuhan tulang dapat dihambat. Sebab ada hubungan langsung antara massa otot dan massa tulang. Olahraga seperti lari, naik gunung, bela diri, serta pekerjaan berat yang membangun massa otot dan telah dilakukan sejak muda, akan meningkatkan massa tulang menjadi padat.

Sebaliknya bagi mereka yang tidak pernah berolahraga atau mereka yang sakit berat yang membuat penderitanya harus berbaring di tempat tidur akan menyebabkan tulangnya cepat rapuh.

Lakukan dengan olahraga weight dearing activity. Artinya, olahraga dengan posisi berdiri tegak, dalam olahraga ini dibutuhkan kerangka tubuh untuk menunjang seseorang terhadap grafitasi bumi, hal ini akan menguatkan tulang kita. Misal dengan olahraga jalan kaki, jogging, lari, loncat tali, main basket, latihan beban dan sebagainya.

Begitu pula bagi mereka yang pekerjaannya banyak duduk, akan menyebabkan ototnya mengecil dan berkurangnya massa tulang. Pada usia lanjut, imobilisasi terlalu lama akan menyebabkan timbulnya osteoporosis.

Karena itu hindari gaya hidup tidak aktif, misal dengan banyak duduk sambil menonton televisi, bermalas-malasan dan terlalu banyak tidur.

Tingkatkanlah massa tulang puncak. Artinya kita harus menabung kalsium sejak remaja sampai kira-kira berusia 30 tahun. Pada masa itulah kita harus mengnsumsi makanan yang mengandung kadar kalsium tinggi. Apabila kita memiliki massa tulang yang kuat, maka akan mengurangi terjadinya osteoporosis di kemudian hari.

Banyaklah mengonsumsi makanan dari biji-bijian seperti wijen, biji labu kuning, biji bunga matahari, biji semangka dan kacang alkmond yang banyak mengandung magnesium dan seng. Keduanya bermanfaat memperkuat tulang.

Banyak makan makanan dari kedelai, seperti tempe, tahu, susu kedelai dan sebagauinya. Kenapa harus susu kedelai? Karena kedelai banyak mengandung isoflavon. Juga mengandung estrogen alami yang dapat mencegah osteoporiosius.

Perlu diketahui bahwa konsumsi kalsium saja tidaklah memadai untuk mencegah kejadian patah tulang oleh karena itu banyak suplemen yang telah dikombinasikan dengan vitamin D agar kalsium dapat diserap dengan lebih baik oleh tubuh kita.

Kalsium karbonat merupakan sediaan kalsium yang paling baik, hanya saja sediaan dasarnya berupa bubuk sehingga menyulitkan penderita mengkonsumsinya. Sediaan kalsium yang ada umumnya 500 mg, dianjurkan mengkonsumsi 2-3 kali perhari, karena kebutuhan kalsium tubuh kita yang dianjurkan ialah 1.200 mg per hari. Apabila memilih suplemen makanan perlu diingat agar selalu memperhatikan isi zat aktif serta tak lupa memahami tatacara penggunaan, penyimpanan, serta tanggal kadaluarsa dari suatu produk, sehingga hasil yang didapat dapat optimal dan pencegahan dapat dilakukan. (dari berbagai sumber) – (JB Santoso)

 

Read previous post:
GAMELAN, REFLEKSI HARMONI KEHIDUPAN JAWA (8) – Kenong Mengikuti Struktur Gendhing

Penabuh kendhang, dibutuhkan orang yang sangat mendalami budaya Jawa, dimainkan dengan perasaan si pemain sesuai aturan yang ada. Sementara demung,

Close