HARI JADI KE-187 GUNUNGKIDUL – Pemimpin Harus Berani Hadapi Tantangan

MERAPI-BAMBANG PURWANTO Pengaraan pusaka Kabupaten Gunungkidul di Sewokoprojo.
MERAPI-BAMBANG PURWANTO
Pengaraan pusaka Kabupaten Gunungkidul di Sewokoprojo.

WONOSARI (MERAPI) – Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan, seorang pemimpin daerah harus memegang komitmen Sengguh tan mingkuh (harus berawatak kesatria dan pandai mencari solusi) menghadapi tantangan kemajuan jaman. Mampu membangun jaringan luas untuk menggalang persatuan dan kesatuan bangsa dan tak boleh lari dari tanggung jawab. Juga berani menghadapi jika ada benih-benih intoleransi yang bisa merusak simbul Bhinneka Tunggal Ika Demikian ditegaskan Gubernur DIY Sri Sultan HB X pada resepsi peringatan hari jadi ke-187 Kabupaten Gunungkidul di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari, Minggu (27/5).

Selain Gubernur DIY, acara juga dihadiri bupati dan wali kota se DIY, anggota Forkopinda, pimpinan dan anggota DPRD Gunungkidul kepala OPD dan para pimpinan ormas. Upacara diawali masuknya bregodo Abdi Dalem Kraton Yogyakarta yang membawa pusaka piandel Kabupaten Gunungkidul meliputi Pusaka Kanjeng Kyai Margo Salurung, Kyai Pandoyo Panjul dan Songsong Agung Kanjeng Kyai Robyong , dengan iringan Ladrang Gati Padasih. Berbeda dari tahun sebelumnya, karena Harjad Gunungkidul tahun ini bertepatan dengan bulan Ramadan, peringatan hari jadi tidak dilaksanakan kirab dan sebelumnya juga dilaksanakan ziarah ke makam para mantan bupati dan berbagai kegiatan lain.

Dalam sambutannya Gubenrnur DIY minta agar semua aparatur birokrasi memiliki akal budi luhur, keteladanan, rela melayani, inovatif, yakin dan percaya diri, ahli dan professional atau pemerintahan yang good govermance. Dalam Buku Peprentahan Projo Kejawen berdirinya Kadipaten Gunungkidul tercatat pada tahun 1831, disebut daerah Goenoengkidoel wewengkon pereden wetan Kali Opak.

Sedangkan saat ini Gunungkidul merupakan Bhumikarta yang sudah memiliki predikat Gunungsewu Global Geopark internasional yang dikembangkan untuk pariwisata dan budaya, imbuhnya.

Usai acara resepsi kepada wartawan Gubernur DIY menyatakan dengan Hari Jadi Gunungkidul ke 187 diharapkan Pemkab Gunungkidul bisa menghadapi berbagai tantangan kedepan yang semakin banyak, dibalik kemajuan yang sudah dicapai. Oleh karena itu, kemajuan bukan berarti permasalahan akan selesai. Namun bagaimana aspirasi, keinginan dan kebutuhan serta tantangan tersebut harus dilakukan dengan sebaik-baiknya. “Sehingga masyarakat akan mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya atas prestasi PNS maupun kemajuan pembangunan di Gunungkidul. ,” tegasnya..

Bupati Gunungkidul Hj Badingah mengatakan Sesuai visi dan misi Gubernur DIY memberdayakan Samodra Hindia, Pemkab Gunungkidul sudah memulai dengan memberdayakan pesisir selatan untuk pariwisata dan perikanan. Sedangkan Gunungkidul masih menghadapi berbagai permasalahan terutama mengatasi krisis air di musim kemarau, pelayanan pendidikan dan kesehatan masyarakat serta peningkatan SDM para birokrasi. Tahun ini di bidang budaya akan dibangun Taman badaya. Pemkab Gunungkiksul telah menyiapkan tanah seluas 2,6 hektar dan pembangunannya akan dimulai tahun ini. (Pur)

Read previous post:
Dampak OTT Camat Baki Tekait Dugaan Pungli, Kinerja Camat Dievaluasi

SUKOHARJO (MERAPI) - Kinerja para camat akan dievaluasi secara khusus apakah mereka layak menempati posisi tersebut. Sebab sudah ada kejadian

Close