Pelanggaran Parkir Kendaraan Meningkat

SUKOHARJO (MERAPI) – Sejumlah pelanggaran parkir kendaraan terjadi peningkatan pada awal puasa Ramadan. Bentuknya didominasi penyalahgunaan tempat seperti penempatan kendaraan di badan jalan. Selain itu ada juga temuan pelanggaran tarif. Petugas dari tim gabungan sudah melakukan penertiban setelah banyak keluhan masyarakat dan temuan di lapangan.

Kepala Dinas Perhubungan Sukoharjo Djoko Indrianto, Jumat (25/5) mengatakan, kasus pelanggaran parkir marak terjadi. Bahkan temuan di lapangan terjadi peningkatan signifikan dibanding hari biasa. Bentuk pelanggaran tersebut sangat jelas terlihat di jalan utama. Salah satunya seperti di tengah kota Sukoharjo di Jalan Veteran, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Slamet Riyadi.

Dilokasi tersebut banyak ditemukan kendaraan parkir di badan jalan dan mengganggu kelancaran arus lalu lintas. Bahkan tidak jarang dari kejadian tersebut terjadi kemacetan panjang kendaraan pada jam tertentu khususnya sore hari menjelang buka puasa.

Temuan pelanggaran sama juga ditemukan petugas disejumlah wilayah lainnya seperti di Jalan Ir Soekarno, Solo Baru, Kecamatan Grogol dan di Kecamatan Kartasura. Didua wilayah tersebut bahkan tingkat kepadatan kendaraanya lebih parah dibanding di Kecamatan Sukoharjo Kota.

Dinas Perhubungan Sukoharjo sudah melakukan penindakan dengan penertiban terhadap praktik pelanggaran parkir kendaraan. Bentuknya yakni dengan menyingkirkan kendaraan dari lokasi terlarang.

“Pelanggaran parkir kendaraan tidak hanya di badan jalan saja namun juga banyak ditemukan di trotoar. Penindakan kami lakukan secara bertahap karena keterbatasan personel dan luasnya wilayah,” ujar Djoko Indrianto.

Penindakan dengan hanya menyingkirkan kendaraan diharapkan bisa membuat para pelaku pelanggaran khususnya masyarakat dan juru parkir sadar. Mereka tetap harus mematuhi semua ketentuan dalam aturan parkir.

“Di Sukoharjo belum ada penindakan parkir kendaraan dengan cara disegel, disita atau diderek, ban digembosi dan lainnya. Kami lebih mengedepankan penindakan persuasif dulu baru setelah itu ditindak lebih tegas lagi,” lanjutnya.

Kelonggaran penindakan parkir kendaraan memang dilakukan Dinas Perhubungan Sukoharjo karena alasan situasional saja mengingat hanya terjadi saat puasa Ramadan dan Lebaran. Sedangkan hari biasa lainnya kalaupun ditemukan pelanggaran tidak sebanyak saat ini.

Djoko Indrianto menjelaskan, kondisi situasional terjadi seperti di rumah makan dimana terjadi lonjakan pengunjung dengan membawa banyak kendaraan pada waktu sama saat buka puasa. Akibatnya tempat parkir yang disediakan pengelola rumah makan tidak dapat menampung semua kendaraan dan terpaksa diparkir di jalan raya.

“Untuk situasi situasional seperti ini kami maklumi tapi tetap kami tindak dan meminta pada pengelola rumah makan melakukan pengaturan dan menyediakan tambahan tempat parkir agar kedepan tidak lagi terjadi pelanggaran,” lanjutnya.

Bentuk pelanggaran lain yang ditemukan yakni berkaitan tarif parkir kendaraan. Sebab juru parkir menarik tarif diluar ketentuan yang berlaku. (Mam)

Read previous post:
KONSISTEN PERANGI NARKOBA – Prajurit Kodim Yogya Jalani Tes Urine

YOGYA (MERAPI) - Perang melawan narkoba terus digeberkan oleh satuan Kodim 0734/Yogyakarta. Hal ini dibuktikan dengan dilaksanakannya tes urine kepada

Close