DIRAMPOK DI SIANG BOLONG-Pengusaha Salon Ditodong Pistol

MERAPI-SAMENTO SIHONO Barang bukti pistol mainan yang digunakan dua perampok salon.
MERAPI-SAMENTO SIHONO
Barang bukti pistol mainan yang digunakan dua perampok salon.

GAMPING (MERAPI)-  Dua orang perampok, yakni HP alias Helem (37) warga Gowongan, Jetis, Yogya dan MIW alias Irvan (31) warga Kemalang, Klaten dibekuk Tim Pogo Sakti Polda DIY setelah menyatroni sebuah salon kecantikan di Gamping, Sleman. Kedua pelaku menodongkan pistol mainan kepada pemilik salon kemudian menggasak uang dan perhiasan emas.
Kabid Humas Polda DIY AKBP Yuliyanto kepada wartawan, Jumat (25/5) mengatakan, aksi perampokan itu dilakukan kedua pelaku pada Minggu (20/5) sekitar pukul 12.45 lalu.
“Kedua tersangka beraksi saat siang hari, mereka memilih salon tersebut karena sepi. Karena korban ketakutan, tersangka berhasil menggasak sejumlah barang berharga milik korban,” ujar Yuliyanto.

Dijelaskan Yulianto, kasus perampokan itu bermula saat korban datang ke salon miliknya di Jalan Kabupaten Dusun Kwarasan, Nogotirto, Gamping, Sleman. Sesampianya di tempat usahanya itu, korban kemudian bersih-bersih di dalam salon.
Sekitar pukul 12.45, kedua tersangka datang mengetuk pintu. Saat pintu dibuka, korban langsung ditodong menggunakan airsoft gun oleh kedua pelaku. Karena ketakutan, korban lantas menyerahkan empat handphone, kalung emas 9,8 gram, cincin emas dan uang tunai Rp 2 juta.
Setelah berhasil mendapatkan semua barang berharga milik korban, kedua tersangka langsung melarikan diri. Sementara itu korban langsung melaporkan kasus tersebut ke Polsek Gamping.

Usai mendapat laporan itu, Tim Resmob Progo Sakti Polda DIY dengan dipimpin oleh Iptu Rony Prasadana kemudian melakukan penyelidikan. Dari keterangan korban dan saksi, polisi berhasil mengidentifikasi kedua pelaku. Dua hari setelah beraksi, kedua pelaku berhasil dibekuk di rumahnya masing-masing pada Selasa (22/5).
“Dari hasil pemeriksaan sementara, kedua tersangka mengaku baru pertama kali melakukan kejahatan. Sedangkan sebagian hasil rampokan sudah dijual oleh tersangka,” tandasnya.
Selanjutnya kasus tersebut dilimpahkan ke Mapolres Sleman untuk proses penyidikan lebih lanjut. Akibat perbuatannya keduanya akan dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan.(Shn)

 

Read previous post:
KARTUN – 26 Mei 2018

Close