Pak Dukuh Cabuli Murid SD

SRANDAKAN (MERAPI)-  Penyidik Reskrim Polsek Srandakan menetapkan oknum kepala dukuh di Desa Poncosari, Srandakan berinisial Dh (48) sebagai tersangka pencabulan terhadap seorang murid SD, Nm yang merupakan tetangga dusunnya, Kamis (24/5). Tersangka diketahui sudah mencabuli korban sebanyak 3 kali di berbagai tempat, termasuk kebun buah naga.
Hingga kemarin, tersangka masih menjalani pemeriksaan di Polsek Srandakan. Dalam kasus itu tersangka dijerat dengan Pasal 82 UU No 17 Tahun 2016 Dan 290 ke (2e) KUHP dengan ancaman hukuman minimal 8 tahun penjara.
Kapolsek Srandakan, Kompol Slamet didampingi Panit Reskrim Polsek Srandakan Aiptu Agus Dwi S SH kepada wartawan, Kamis (24/5) mengatakan, kasus pencabulan yang dilakukan oknum dukuh itu dilakukan sejak akhir 2017 lalu. Namun kasus tersebut baru terbongkar awal Mei 2018 setelah pihak orangtua korban melapor ke Polsek Srandakan Bantul. Dijelaskan, kasus pencabulan itu terjadi sebanyak tiga kali.

Peristiwa pertama terjadi di lahan kebun buah naga Dusun Kuwaru, kemudian tambak udang Dusun Ngentak Poncosari dan terahkir di rumah tersangka.
Setelah peristiwa yang terakhir itu korban merasa sakit pada kemaluannya. Setelah didesak oleh orangtuanya, bocah polos itu awalnya tidak mau mengaku. Namun secara perlahan, dia diminta cerita oleh kakaknya dan baru mengaku jika pernah ‘digarap’ oleh pak dukuh sebanyak tiga kali. Slamet mengatakan, dalam pemeriksaan diketahui jika antara korban dan tersangka memang sudah sangat dekat. “Tersangka ini sudah kenal sangat dekat dan baik dengan keluarga korban, karena sering main di rumahnya,” ujarnya.

Dengan kedekatan itulah korban yang masih duduk di bangku sekolah dasar itu tidak curiga saat diajak jalan-jalan oleh tersangka. Demikian juga orangtua korban sama sekali tidak menaruh curiga saat anaknya diajak oleh pelaku. Tetapi tanpa diduga sebelumnya, ternyata kedekatan yang selama ini sudah terjalin dimanfaatkan tersangka yang kemudian mencabuli korban. Dalam menjalankan aksinya, tersangka sering memberikan uang jajan serta membelikan es. “Untuk merayu korban sebelum dicabuli, tersangka sering memberikan uang kadang Rp 5.000, dan juga Rp 4.000,” jelasnya. Sementara kepada penyidik tersangka mengaku khilaf sehingga tega berbuat tidak senonoh. (Roy)

Read previous post:
UJI COBA MELAWAN TIMNAS U-19 – Persis Maksimalkan Pemain

  SOLO (MERAPI) - Persis Solo akan memaksimalkan pemainnya untuk menghadapi momen langka melawan Timnas Usia 19 dalam pertandingan uji

Close