Sultan Minta Warga Lereng Merapi Manut dan Tetap Waspada

MERAPI-TRI DARMIYATI  Gubernur DIY Sri Sultan HB X saat memantau kondisi Gunung Merapi melalui ruang monitoring di Kantor BPPTKG Yogyakarta.
Gubernur DIY Sri Sultan HB X saat memantau kondisi Gunung Merapi melalui ruang monitoring di Kantor BPPTKG Yogyakarta. (MERAPI-TRI DARMIYATI)

UMBULHARJO (MERAPI) – Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X mengimbau warga di lereng Merapi untuk manut (mengikuti instruksi) dan tetap tenang namun waspada dengan status Gunung Merapi, Waspada. Pemda DIY siap mendukung dengan dana tak terduga untuk menangani warga yang mengungsi jika bencana erupsi Gunung Merapi terjadi.

“Masyarakat harus tetap tenang tapi tetap mewaspadai. Yang penting kita berikan informasi tiap perkembangan (kondisi Merapi) yang ada,” kata Sultan HB X usai meninjau ruang monitoring di Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Kamis (24/5).

Menurutnya, warga Merapi sudah tahu dengan kondisi Gunung Merapi karena setiap empat tahun sekali ada erupsi. Hal itu berkaca pada siklus erupsi Gunung Merapi sebelumnya. Salah satunya warga menyiapkan tas untuk menyimpan pakaian, surat-surat dan barang berharga, sehingga saat terjadi tanda-tanda siap mengungsi.

“Gunung Merapi ada tahapannya normal, waspada, siaga, awas. Untuk meletus tidak mendadak. Beda dengan gempa bumi. Untuk konsisten menghindari korban itu bisa. Hanya manut dan tidaknya (masyarakat),” papar Sultan yang mengaku tidak ada komunikasi dengan Juru Kunci Gunung Merapi Mbah Asih.

Meskipun dengan status Waspada warga belum perlu mengungsi, tapi pemerintah tetap akan memfasilitasi. Dia menuturkan setiap warga memiliki rasa takut yang berbeda-beda. Jika ada kendala dalam dana dan kebutuhan logistik untuk penanganan warga yang mengungsi Pemda DIY siap mendukung.

“Itu wilayah Sleman tanggungjawabnya. Tapi kalau memang ada kendala, Sleman mestinya buat surat ke provinsi. Ada dana tak terduga,” terang Sultan.

Sementara itu Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Bhiwara Yuswantana mengutarakan, dalam APBD DIY tahun 2018 dialokasikan dana terduga sebesar Rp 9,5 miliar. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait peluang untuk mendukung penanganan kesiapasiagaan menghadapi bencana erupsi Gunung Merapi jika ada kendala.

“Kendali masih di BPBD Sleman. Secara anggaran belum ada permintaan ke BPBD DIY dari Pemkab Sleman. Tapi untuk logistik sudah seperti permakanan, tikar dan family kit,” ujar Bhiwara.

Dia menilai dengan karakterisik Gunung Merapi sekarang memerlukan nafas panjang untuk memfasilitasi masyarakat yang mengungsi setiap ada erupsi. Dia menyampaikan saat ini ada sekitar 55 warga lanjut usia yang bertahan di barak pengungsian di Desa Glagaharjo, Cangkringan. Pihaknya berharap masyarakat tetap tenang dan mengikuti rekomendasi arahan dari pemerintah. (Tri)

Read previous post:
BI Gandeng MUI Kendalikan Inflasi DIY

GONDOMANAN (MERAPI) - Ramadan dan Idul Fitri sering diikuti dengan peningkatan konsumsi masyarakat yang cenderung melebihi rata-rata konsumsi reguler. Hal

Close