Letusan Merapi Keluarkan Pijar Merah

UMBULHARJO (MERAPI)-Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menyatakan kondisi Gunung Merapi kini menuju proses magmatis setelah sebelumnya hanya letusan freatik. Hal ini ditandai dengan visual pijar merah yang terlihat saat letusan Merapi pada Kamis (24/5) pukul 02.56 WIB.
“Sebenarnya pijar merah menunjukkan adanya material karena dorongan gas dari dalam magma, sehingga kami bisa menyebutkan itu sebuah awal erupsi menuju proses magmatis,” kata Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida, kepada wartawan, Kamis (24/5).
Menurutnya dengan adanya pijah merah itu, fase freatik Gunung Merapi telah selesai dan kini menuju proses magmatis. Namun dia menegaskan proses menuju magmatis itu bukan berati akan ada erupsi besar. Proses magmatis, lanjutnya, adalah sesuatu yang keluar dari magma.

“Jangan dibayangkan kalau kami mengatakan magmatis terus seperti erupsi 2010. Erupsi yang terjadi pada 2006 dan 2002 itu juga masuk dalam kategori sebagi erupsi magmatis. Jadi bukan berati erupsi besar,” paparnya.
Dia menjelaskan dari hasil pengamatan, kini Gunung Merapi masih dalam proses pengosongan di dalam tubuh gunung, sehingga ada dorongan dari dalam. Salah satunya pijar merah karena dorongan gas yang sangat tinggi dalam magma. Sebab Gunung Merapi adalah gunung yang memiliki suhu sangat-sangat tinggi. Dia mencontohkan, di kawah Merapi ‘Woro’ aktivitas gas sampai 600 derajat celcius.
“Setelah terjadi pengosongan atau pengempisan memungkinkan akan terisi magma. Tapi itu belum kelihatan magma karena masih di dalam,” ujar Hanik.

BPPTKG Yogyakarta mencatat pada Kamis pukul 02.56 terjadi letusan dengan tinggi kolom mencapai 6.000 meter dan durasi 3,5 menit. Dari pos pengamatan di Selo letusan itu juga tampak kepulan asap dan pijar berwarna merah di belakang awan mendung. Pada pukul 10.48 WIB Gunung Merapi kembali mengalami letusan dengan tinggi kolom 1.500 meter dan durasi 2 menit. Sedangkan dari aktivitas kegempaan pada Kamis (24/5) hingga pukul 06.00 WIB, tercatat guguran 1 kali, hembusan 1 kali dan gempa multiphase 1 kali. (Tri)

Read previous post:
Curi Besi Bekas, Mantan Karyawan Diringkus

  GAMPING (MERAPI)- Terdesak kebutuhan ekonomi, ST (49) warga Teguhan Wonosari Gunungkidul ditangkap polisi karena kedapatan mencuri besi bekas di

Close