Penguatan Ekonomi DIY Berlanjut di 2018

Budi Hanoto saat menjelaskan kondisi perekonomian DIY. (MERAPI-HUSEIN EFFENDI)
Budi Hanoto saat menjelaskan kondisi perekonomian DIY. (MERAPI-HUSEIN EFFENDI)

YOGYA (MERAPI) – Penguatan ekonomi DIY terus berlanjut di tahun 2018. Pada triwulan I 2018, ekonomi DIY tumbuh sebesar 5,36 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 5,25 persen (yoy) dan periode yang sama tahun sebelumnya yakni 5,16 persen (yoy).

“Tren peningkatan pertumbuhan ekonomi DIY yang terus berlanjut tidak terlepas dari akselerasi pembangunan infrastruktur melalui sisi investasi yang tumbuh meningkat. Selain itu, konsumsi yang tetap terjaga, khususnya konsumsi pemerintah yang mengalami peningkatan sejalan dengan pencairan dana desa tahap I serta penyaluran bantuan sosial memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian DIY,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) DIY Budi Hanoto pada acara buka bersama Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) DIY dan pimpinan media di Yogya, Senin (21/5) lalu.

Selain Budi Hanoto selaku Ketua BMPD DIY, buka bersama juga dihadiri Direktur Utama BPD DIY, Bambang Setiawan, Kepala Kanwil BRI DIY, Hari Siaga Amijarso, pimpinan perbankan di DIY serta tamu undangan.

Pertumbuhan ekonomi yang meningkat tercermin dari indikator permintaan lainnya. Konsumsi rumah tangga sebagai penopang utama perekonomian DIY mampu tumbuh dengan baik sebesar 5,7 persen (yoy) triwulan I 2018, lebih tinggi dibanding pertumbuhan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 5,04 persen (yoy).

Namun demikian, normalisasi konsumsi pasca liburan akhir tahun berdampak terhadap pertumbuhan konsumsi RT yang lebih rendah dibanding triwulan sebelumnya yang tercatat sebagai pertumbuhan tertinggi dalam 3 tahun terakhir, yaitu sebesar 6,05 persen (yoy).

Kinerja ekspor mengalami peningkatan seiring dengan masih tingginya permintaan dari negara mitra dagang di tengah momentum perbaikan ekonomi global. Di sisi lain, impor juga cenderung meningkat untuk memenuhi kebutuhan bahan baku dalam aktivitas produksi.

Dari sisi lapangan usaha, momentum menjelang masuknya bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri direspons positif oleh kinerja lapangan-lapangan usaha utama di DIY yang tumbuh membaik. Tingginya permintaan produk pariwisata menjelang high season pada triwulan II 2018, khususnya produk makanan dan minuman mendorong peningkatan kinerja industri pengolahan pada triwulan laporan. (Nef)

Read previous post:
Warga Penolak Bandara Diajak Rembugan dari Hati ke Hati

WATES (MERAPI) - Upaya pengosongan lahan di area IPL Bandara NYIA Kecamatan Temon Kulonprogo dengan merelokasi warga penolak hingga kini

Close