Setahun Pimpin Kota Yogyakarta, Warga Berharap Haryadi-Heroe Rajin Blusukan

 

Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti (kanan) didampingi Wakilnya Heroe Poerwadi mendukung gerakan reresik pasar
Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti (kanan) didampingi Wakilnya Heroe Poerwadi mendukung gerakan reresik pasar. (Merapi-Tri Darmiyati)

UMBULHARJO (MERAPI) – Walikota dan Wakil Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti dan Heroe Poerwadi hari ini Selasa (22/5) tepat setahun memimpin Kota Yogyakarta. Warga berharap kedua kepala daerah itu lebih rajin blusukan.

Ketua RT 30 RW 08 Pandeyan Wantoro mengutarakan, pembangunan pemkot di bawah kepemimpinan Haryadi-Heroe sudah dirasakan warga di wilayahnya dibandingkan sebelumnya. Mulai dari pembangunan saluran drainase, talut sungai hingga penanganan kawasan kumuh.

“Masalah pembangunan sudah cukup bagus ada gambaran mau dibawa ke mana. Untuk terjun di masyarakat harus sering blusukan, seperti mencari permasalahan yang ada di masyarakat,” kata Wantoro, Senin (21/5).

Dia juga mengapreasi terkait upaya kebersihan kota sehingga penghargaan Adipura kembali diraih. Tapi dia menilai perhatian aparat pemerintah terhadap RT/RW sebagai ujung tombak di masyarakat masih kurang, sehingga diharapkan lebih memperhatikan RT/RW dan ada semacam insentif.

Sementara kalangan DPRD Kota Yogyakarta menilai masih ada beberapa pekerjaan rumah yang dinilai belum optimal dilakukan pemkot dibawah pimpinan Haryadi-Heroe. Ketua DPRD Kota Yogyakarta Sujanarko menyatakan, penataan pegawai belum optimal karena hingga satu tahun kepemimpinan Haryadi-Heroe ada belasan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang masih dipimpin pelaksana tugas (Plt).

“Kepala daerah diberikan kewenangan enam bulan setelah dilantik untuk mengisi dan menata jabatan pegawai. Tapi sampai satu tahun masih diisi Plt. Ini akan mempengeruhi keberlangsungan pemerintah,” tutur Sujanarko.

Menurut Wakil Ketua DPRD Kota Yogyakarta M Ali Fahmi, posisi kepala OPD yang dipegang Plt akan berdampak pada kinerja PNS. Pasalnya Plt tidak memiliki kewenangan strategis sesuai perencanan daftar penggunaan anggaran dan rencana kerja anggaran. Pihaknya juga mengkritisi terkait ketimpangan kemiskinan di Yogyakarta yang membuuthkan kebijakan strategis.

Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengutarakan upaya mengatasi ketimpangan kemiskinan dengan program Gandeng Gendong yang melibatkan pemerintah, kampus, korporasi dan komunitas (5K). Selain itu menyiapkan data miskin terpadu dan program penanganan kemiskinan yang terintegrasi.

“Peran lima K ini saling membangun, mengembangkan dan memberdayakan masyarakat untuk percepatan pengentasan kemiskinan dan ketimpangan ekonomi,” tandas Heroe. (Tri)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
STOK BUAH DAN SAYUR SEGAR DIPERBANYAK – Sebagai Menu Sahur dan Buka Puasa

BERAGAM makanan serta minuman siap disantap kian banyak diburu warga saat Bulan Suci seperti saat ini. Wajar jika akhirnya bermunculan

Close