SIDANG PENGGUSURAN EKS PASAR KEMBANG- PT KAI Berhak Atas Tanah Sengketa

 

Kuasa hukum tergugat PT KAI, M Fahri Hasyim (kiri), Mulyadi (tengah) dan Elna Febi Astuti menunjukkan jawaban atas gugatan penggugat.(MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)
Kuasa hukum tergugat PT KAI, M Fahri Hasyim (kiri), Mulyadi (tengah) dan Elna Febi Astuti menunjukkan jawaban atas gugatan penggugat.(MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

YOGYA (MERAPI)– Tim penasihat hukum tergugat I PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 6 Yogyakarta dan tergugat II Direktur PT KAI Daop 6 Yogyakarta, Mulyadi SH, M Fahri Hasyim SH dan Elna Febi Astuti SH menilai gugatan perbuatan melawan hukum (PMH) dan ganti kerugian 26 pedagang eks Pasar Kembang kabur. Pasalnya para penggugat tak memiliki hubungan hukum dengan tergugat PT KAI atas pengosongan lahan eks Pasar Kembang tersebut.

“Area sisi selatan stasiun Tugu Yogyakarta yang berdiri kios para penggugat adalah tanah Kasultanan Yogyakarta yang telah diberikan izin kepada PT KAI untuk pemanfaatannya. Sementara para penggugat yang menempati area sisi selatan tidak ada izin maupun sewa dengan tergugat I PT KAI dan Tergugat II Direktur PT KAI, sehingga tak ada hubungan hukum. Dengan begitu gugatan para penggugat menjadi kabur dan harus dinyatakan tidak diterima,” ujar Mulyadi usai sidang di Pengadilan Negeri (PN) Yogya, Senin (21/5).

Selain itu sebelum dilakukan pengosongan tergugat I dan II telah mengeluarkan surat perihal undangan sosialisasi dan menginformasikan untuk mengosongkan kios selambat-lambatnya dalam waktu 6 hari. Dengan begitu tak benar kalau tak ada pemberitahuan sebelumnya.

Sementara M Fahri Hasyim SH menambahkan, penataan area sisi selatan Stasiun Tugu merupakan bentuk penataan yang harus dilakukan oleh lembaga manapun. Diakui, pemilik tanah bukan KAI karena tanah itu merupakan tanah SG.

“Kami harus merawat karena sampai saat ini liar. Kalau ada instansi lain memberi perizinan itu menjadi kekurang terpaduan birokrasi. Selama ini para penggugat sudah 40 tahun menempati lahan tersebut untuk kois dan tak ada sewa ke PT KAI,” lanjut Fahri menjelaskan.

Seperti diketahui sebelumnya, PT KAI melakukan pengosongan area di sisi selatan Stasiun Tugu Yogyakarta pada 5 Juli 2017. Hal itu dilakukan karena pihak KAI ingin melakukan penataan kawasan tersebut lantaran telah mendapat izin mengelola dari Kasultanan Yogyakarta. (C-5)

 

Read previous post:
Berlagak Diserempet

  INI juga modus konvensional perampokan. Berlagak motornya diserempet korban, lalu marah-marah dan ujung-ujungnya meminta uang atau benda berharga. Kalau

Close