KONVOI SEPEDA USAI SUBUHAN, SATU BOCAH TEWAS-Mobil Boks Ngebut Tabrak 4 Bocah

WATES (MERAPI)-  Mobil boks Isuzu dengan nopol AB 8674 ME yang dikemudikan Ari Juatmoko (32) warga Katongan, Nglipar, Gunungkidul menabrak empat orang bocah yang mengendarai sepeda onthel di Jalan Demen-Glagah Desa Plumbon, Temon, Kulonprogo, Sabtu (19/5) pagi. Akibat kejadian ini, seorang bocah tewas dan dua luka-luka. Diduga tabrakan disebabkan mobil melaju kencang hingga sopir tak mampu mengendalikan lajunya.
Korban tewas diketahui bernama Ega Huga Ananda (10) akibat luka parah pada bagian kepala. Adapun korban luka adalah Ahmad Rabbani Aditama (13) mengalami luka robek pada kepala dan ibu jari tangan kanan patah serta Suryajian Santosa (12) mengalami luka robek dan bengkak pada kepala bagian belakang. Sedang satu bocah lain, Ferdi Fernando (13), tak mengalami luka.

Menurut keterangan, nasib apes yang dialami oleh empat bocah asal Kedunggong, Temon, Kulonprpgo ini berawal saat mereka bersepeda bersama menuju Pantai Glagah usai melaksanakan salat Subuh berjamaah. Mereka kemudian berjalan beriringan di Jalan Raya Demen-Glagah. “Pada waktu bersamaan, mobil boks melaju dari arah utara menuju selatan,” ungkap Kapolsek Temon Kompol Setyo Hery Purnomo Hery kepada wartawan, Minggu (20/5). Sesampainya di Desa Plumbon, ujar Herry, mobil boks berusaha mendahului mobil yang melaju di depannya. Sopir boks pun menginjak pedal gas lebih dalam agar laju mobil tambah kencang.
Setelah berhasil mendahului mobil yang belum diketahui identitasnya itu, mobil boks masuk ke lajur kiri. Namun tiba-tiba, di jalur itu melintas empat korban secara beriringan. Sopir boks pun kaget hingga tak ampu mengendlaikan laju mobilnya. Karena jarak sudah terlalu dekat ditambah kecepatan mobil yang kencang, tabrakan tak terhindarkan.
Mobil boks tersebut menabrak satu persatu sepeda di depannya.

Akibatnya, keempat korban terpental. Mobil boks kemudian berhenti dan sopir berusaha menolong para korban. Dengan dibantu warga, sopir boks kemudian membawa para korban ke rumah sakit. Namun naas bagi korban Ega, nyawanya tak tertolong saat hendak dibawa ke rumah sakit akibat luka yang cukup parah.
Menurut Kompol Hery, setelah kejadian ini, sopir dan mobilnya dibawa ke kantor polisi untuk diperiksa.
“Kejadian ini sudah ditangani. Saat ini sopir juga masih kami periksa. Kejadian ini diduga karena kelalaian sopir mobil boks,” pungkas Hery. (Unt)

Read previous post:
KENALKAN BUDAYA LOMPAT BATU DARI NIAS – “Hombo Batu” Ajarkan Semangat Meraih Cita-cita

IKATAN Keluarga Nias (IKN) Yogyakarta menggelar seminar bertempat di salah satu hotel kawasan Jalan Babarsari Sleman, akhir pekan lalu. Usai

Close