LONTONG BANYAK DIBUTUHKAN SAAT RAMADAN – Dibungkus Daun Pisang Tak Mudah Basi

LONTONG BANYAK DIBUTUHKAN SAAT RAMADAN - Dibungkus Daun Pisang Tak Mudah Basi
LONTONG BANYAK DIBUTUHKAN SAAT RAMADAN – Dibungkus Daun Pisang Tak Mudah Basi

KETUPAT lontong atau biasa disebut lontong cocok dijodohkan dengan aneka masakan. Baik saat Ramadan maupun suasana Lebaran, kebutuhan lontong meningkat cukup signifikan. Khususnya pada Ramadan, antara lain dapat digunakan saat buka puasa, makan usai tadarus Alquran maupun sahur.

Tak sedikit juga tempat kuliner menyediakan lontong, misalnya dijodohkan dengan opor ayam, lodeh dan sate kere. Kebutuhan lontong meningkat, satu di antaranya di lokasi kuliner Kopi Kioen kawasan Sidokarto Jalan Godean Sleman. Konsumen senang dengan lontong di sini antara lain dipadukan saat memesan sate kere, baik sate berbahan tempe gembus, daging/tetelan sapi maupun daging sapi spesial.

“Cocok juga disantap bersama sayur lodeh, seperti lodeh nangka muda dan kluwih,” ungkap kru kuliner setempat, Eka Prasetyani, baru-baru ini.

Semakin meningkatnya kebutuhan lontong, lanjut Eka, ia dan rekan-rekannya seperti Murwani dan Sarini perlu semakin rutin membuat lontong, sehingga stok selalu ada. Kunci penting dalam membuat lontong, yakni menggunakan pembungkus daun pisang kluthuk ataupun kepok. Dibanding menggunakan bungkus plastik diyakini lebih alami menggunakan daun pisang. Bahkan lebih sehat, aroma lebih enak, kenyal, padat, enak serta tak mudah basi.

Hanya saja cara tradisional ini agak sedikit lebih rumit atau sulit dan membutuhkan pengalaman. Pasalnya, seluruh langkah cara membuatnya harus pas. Jika tidak, maka lontong bungkus daun yang dibuat bisa tidak jadi atau lembek. Suatu hal wajar jika masih pemula, maka perlu banyak belajar kepada yang sudah biasa membuat lontong atau ahli membuat lontong.

“Daun pisang yang digunakan baik jenis pisang kepok ataupun klutuk memilih yang tak terlalu tua atau muda. Ukuran rata-rata daun setelah disobek atau dipotong, rata-rata 30 x 20 centimeter,” terangnya.

Daun sebelumnya bisa dijemur sejenak agar layu, lalu dibersihkan (dilap).  Jenis beras idealnya yang berkualitas bagus dan pulen. Beras ini perlu direndam dalam air dingin selama kisaran satu jam. Bahan lain perlu disiapkan seperti lidi untuk menyemat, yakni dapat membuat sendiri maupun membeli sudah jadi. Ada lagi daun pandan yang mampu mendukung aroma serta rasa enak dari lontong dengan bungkus dari daun.

“Untuk membungkus satu lontong dapat menggunakan dua lembar daun pisang, lalu digulung menyerupai silinder dengan bagian bawah daun pisang berada di dalam,” ungkap Murwani ikut menambahkan.

Ketika silender sudah dirasa cukup ukuran dan posisinya rata dan lurus, semat salah satu ujungnya dengan lidi. Lalu silinder atau gulungan daun pisang yang sudah dibuat, segera diberi beras yang sudah direndam dan tiris, dengan jumlah takaran setengah gulungan. Semat ujung gulungan dengan lidi untuk menutupnya. Setelah itu dimasukkan bakal lontong ke dalam panci yang tinggi dengan posisi berdiri. Masih ditambahkan air dingin sampai bakal lontong terendam dengan air seluruhnya. Masukkan lagi selembar daun pandan, lalu direbus dengan api sedang. Setelah dua jam direbus, ditambahkan air panas sampai lontong terendam kembali seluruhnya.

Selanjutnya direbus sampai memadat dan kenyal. Stok lontong yang sudah matang,  ditiriskan dengan posisi berdiri dan diangin-anginkan supaya dingin. Kalau ada gunakan wadah tiris yang terbuat dari anyaman bambu, kalau tidak bisa menggunakan wadah plastik tiruan anyaman atau berlubang-lubang. (Yan)

MERAPI-SULISTYANTO
Lontong bungkus daun pisang kian diperbanyak stoknya terutama sejak Ramadan sampai Lebaran.

Read previous post:
Temuan Kekurangan Data, Berkas Dukungan 15 Calon Anggota DPD Jateng Diperbaiki

SUKOHARJO (MERAPI) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo melakukan verifikasi berkas dukungan calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Provinsi Jawa

Close