KERUGIAN RATUSAN JUTA RUPIAH-Bengkel di Permukiman Padat Kobong

MERAPI-RIZA MARZUKI Petugas Pemadam Api BPBD Bantul berusaha melakukan pemadaman.
MERAPI-RIZA MARZUKI
Petugas Pemadam Api BPBD Bantul berusaha melakukan pemadaman.

BANGUNTAPAN (MERAPI)- Si jago merah melalap sebuah bengkel mobil yang digunakan sekaligus sebagai tempat tinggal di Priyan Baru, RT 08, Potorono, Banguntapan, Bantul, Kamis (17/5). Meski tidak menimbulkan korban jiwa, namun ditaksir kerugian mencapai ratusan juta rupiah.
Banyaknya bahan mudah terbakar seperti karet, ban, dan oli membuat petugas pemadam cukup kesulitan. Bahkan untuk menjinakkan api setidaknya lima mobil pemadam kebakaran diterjunkan.
Menurut keterangan, kebakaran ini pertamakali diketahui sekitar pukul 09.00 pagi. Pemilik rumah dan lahan yang digunakan untuk bengkel tersebut, Kelik Suranto mengatakan kebakaran bermula ketika tiba-tiba ada percikan bunga api. Percikan api yang diduga akibat hubungan arus pendek listrik itu berasal dari sebuah kabel yang menempel di bagian tembok belakang bengkel di sisi selatan. Kelik menambahkan, percikan itu menyambar sebuah kasur besar di bawahnya. Setelah itu muncullah titik api yang dengan mudah membesar dan merembet ke bagian lain. “Lahan dan bangunan ini punya saya, tapi disewa untuk bengkel,” sebutnya.

Pria paruh baya ini menyebut api langsung merembet ke bagian bengkel lain yang banyak terdapat plastik, karet ban bekas dan oli. Saat itu karyawan bengkel berlarian keluar karena ketakutan. Tak ayal kobaran api semakin tidak terkendali. Bahkan sempat menyambar bagian dapur rumahnya yang tepat berada di samping bengkel. “Untung tidak sampai ikut kebakar dapur saya itu,” imbuhnya.
Petugas sempat kesulitan memadamkan api lantaran beberapa titik api berada di bawah tumpukan mesin mobil. Lima mobil damkar dikerahkan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul. Selain itu dua mobil diperbantukan dari Damkar Kota Yogyakarta untuk memadamkan api. Kepala BPBD Bantul, Dwi Daryanto ditemui di lokasi kejadian mastikan tidak ada korban jiwa atas peristiwa ini. “Tidak, korban jiwa tidak ada,” tegasnya.

Meski begitu, menurut Dwi peristiwa kebakaran ini cukup menjadi perhatian pihak BPBD. Hal ini lantaran status bengkel yang dicurigai tidak memiliki izin pendirian usaha. Dwi mengatakan bengkel didirikan di lokasi padat penduduk seharusnya perlu izin khusus. Keberadaan bengkel di wilayah padat penduduk membuat risiko kebakaran cukup tinggi. Karena tanpa ada pemicu sumber api sekalipun, logam dan besi dalam tumpukan yang saling bergesekan pun bisa memicu timbulnya api dan berbahaya. Dwi tak segan mengeluarkan rekomendasi pindah lokasi kepada pihak pengelola bengkel jika memang tidak berizin. “Akan kita koordinasikan ke pihak dinas perizinan. Kanan-kiri ada rumah warga sementara tepat di belakang bengkel ada perumahan padat,” pungkasnya. (C1)

Read previous post:
Ekonomi Kerakyatan Kulonprogo Diakui Dunia

WATES (MERAPI) - Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo mengaku bangga karena program ekonomi kerakyatan berdikari yang digelorakannya diakui dunia. "Kami bersyukur,

Close