Proyek Pengerjaan Drainase Dikebut 

Para pekerja membersihkan galian tanah pekerjaan saluran drainase di Jalan Gedongkuning. (MERAPI-TRI DARMIYATI) 
Para pekerja membersihkan galian tanah pekerjaan saluran drainase di Jalan Gedongkuning. (MERAPI-TRI DARMIYATI)

UMBULHARJO (MERAPI) – Pembangunan saluran drainase di beberapa jalan di Kota Yogyakarta terus dikerjakan. Seluruh pekerjaan saluran drainase itu akan dihentikan sementara menjelang Lebaran.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta Aki Lukman mengatakan, beberapa pekerjaan saluran drainase yang kini tengah dikerjakan yakni di Jalan Gedongkuning, Jalan Prawirotaman, Jalan Gemini Wirobrajan, Tegalrejo dan Jalan Bimosakti. Sebagian pekerjaan saluran drainase masih dalam tahap penggalian dan belum sampai ke gang kampung warga.

“Di Jalan Bimosakti pekerjaan saluran drainase baru tahap penggalian. Di Prawirotaman pekerjaan sudah dimulai, tapi saluran yang masuk gang belum karena warga menghendaki setelah lebaran,” kata Aki, Rabu (16/5).

Aki menjelaskan, untuk pekerjaan saluran drainase di Jalan Gedongkuning berupa pembuatan sudetan dari sebelumnya di sisi utara di tarik ke selatan. Pekerjaan saluran drainase membelah tengah Jalan Gedongkuning sisi selatan di dekat simpang tiga Gedongan.

“Banyak saluran tersumbat di sana, sehingga saluran yang dibangun sekarang diperbesar ukurannya,” imbuhnya.

Sementara itu pekerjaan revitalisasi saluran drinase di Jalan Babaran rencananya baru dimulai 25 Juni 2018. Saluran drainase yang akan dikerjakan di Jalan Babaran sepanjang sekitar 720 meter dari simpang empat Janturan ke barat. Nilai pagu untuk revitalisasi drainase Babaran sekitar Rp 13,9 miliar dari APBD 2018 Kota Yogyakarta.

Jalan Babaran selama ini rawan ambles karena konstruksi saluran drainase sudah lama dan dampak gempa 2006. Dia menyebut selama tahun 2018 sudah 4 kali saluran drainase di beberapa titik di Jalan Babaran ambles. Dia juga mengakui ada satu titik jalan ambles di Babaran akibat saluran drainase yang ambles lagi meski sudah diperbaiki.

Menurutnya pengerjaan dilakukan usai Lebaran agar efektif karena jeda pembangunan karena bertepatan dengan masa lebaran. Pada H-7 dan H+7 libur Idul Fitri, semua pekerjaan fisik harus dihentikan sementara. Itu agar tidak mengganggu. (Tri)

Read previous post:
MERAPI-RIZA MARZUKI Petugas Pemadam Api BPBD Bantul berusaha melakukan pemadaman.
KERUGIAN RATUSAN JUTA RUPIAH-Bengkel di Permukiman Padat Kobong

BANGUNTAPAN (MERAPI)- Si jago merah melalap sebuah bengkel mobil yang digunakan sekaligus sebagai tempat tinggal di Priyan Baru, RT 08,

Close