Desa Inovatif Bangun BUMDes

MERAPI-ABDUL ALIM Swalayan desa dibangun BUMDes Sroyo Jaten.
MERAPI-ABDUL ALIM
Swalayan desa dibangun BUMDes Sroyo Jaten.

INOVASI penggunaan Dana Desa (DD) diandalkan menjadi alternatif sumber biaya pembangunan daerah perdesaan secara mandiri. Melalui BUMDes, tata kelola lebih fleksibel, satu diantaranya usaha perdagangan dan koperasi simpan pinjam.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Koperasi dan UKM Dinas Perdagangan Tenaga Kerja Koperasi dan UKM Karanganyar, Adolfus Joce Bau di sela peresmian S-Mart milik BUMDes Manunggal Sejahtera Desa Sroyo, Jaten, Selasa (15/5). Toko retail itu dikelola masyarakat setempat dengan permodalan usaha bersumber DD.

“Justru ini yang kami tunggu dari desa. Membangun usaha mandiri bertata kelola otonom. Keuntungan masuk ke desa untuk kesejahteraan bersama. Menampung produk UKM, serta menyerap tenaga kerja lokal,” katanya.

Pihaknya siap mengkomunikasikan kerjasama BUMDes dengan mitra kerja korporasi di Karanganyar. Ia menyontohkan, S-Mart milik Desa Sroyo dipersilakan kulakan gula di PG Tasikmadu atau menjadi outlet produk kebutuhan rumah tangga lainnya.

“Untuk bisa bersaing dengan toko lain, tentunya harga barang harus lebih murah. Yang sudah bersedia itu gula dari PG Tasikmadu. Ambil di sana untuk usaha BUMDes bakal menguntungkan. Kemudian, pabrik-pabrik di Karanganyar yang menyediakan kebutuhan harian, dapat dikerjasamakan,” katanya.

BUMDes perlu berinovasi supaya tak kalah bersaing dengan usaha swasta. Perkembangan sekarang, konsumen lebih memilih transaksi mudah secara online mulai pembelian sampai pengiriman barang.

“Kebanyakan orang menyukai beli online dan barangnya diantar. Tanpa harus ke luar rumah. Mungkin cara ini bisa diterapkan,” katanya.

Kades Sroyo, Yulianto mengatakan unit usaha BUMDes tersebut dikucuri modal Rp 150 juta. Ia juga membuka ruang penjualan produk UKM di S-Mart.

“Sudah Rp 25 juta yang masuk. Ini menyediakan kebutuhan harian seperti di supermarket pada umumnya. Bedanya, sebagian keuntungan disetor ke PADes. Selanjutnya, melayani simpan pinjam syariah,” katanya.

Sementara itu di Desa Plesungan, Kecamatan Gondangrejo, BUMDes yang mengelola Sendang Plesungan mampu menggabungkan permodalan DD dan investasi masyarakat. Dari penjualan tiket masuk obyek wisata water boom, BUMDes Plesungan mencatat pemasukan Rp 75 juta per bulan.

“Buka Desember 2017 lalu sampai sekarang. Pemasukannya lumayan. Revitalisasi Sendang Plesungan sudah menelan Rp 1,5 miliar dari DD dan pemberdayaan masyarakat,” kata Kades Plesungan, Waluyo. (Lim)

Read previous post:
PETUGAS AMBULANS MUHAMMADIYAH BANTUL – Dilatih Tangani Kegawatdaruratan dan Bencana

BANTUL (MERAPI) - Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bantul melalui unit khusus Layanan Kesehatan Keliling, menggelar latihan penanganan kegawatdaruratan dan bencana

Close