PETUGAS AMBULANS MUHAMMADIYAH BANTUL – Dilatih Tangani Kegawatdaruratan dan Bencana


BANTUL (MERAPI) – Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bantul melalui unit khusus Layanan Kesehatan Keliling, menggelar latihan penanganan kegawatdaruratan dan bencana bagi petugas ambulans Muhammadiyah. Direktur Utama RS PKU Muhammadiyah Bantul Widianto Dhanang Prabowo di sela pelatihan, Selasa (15/5), mengatakan pelatihan bagi petugas ambulans Muhammadiyah ini diadakan dalam rangka menghadapi Ramadhan 1439 Hijriah.

“Pelatihan ini sebagai bagian kepedulian untuk menurunkan risiko akibat kecelakaan lalu lintas pada saat arus mudik dan arus balik Lebaran tahun 2018, sekaligus menurunkan risiko dampak bencana,” katanya.

Sebab, lanjutnya, salah satu yang sering menjadi persoalan bahasan dalam pelayanan publik adalah penanganan kegawatdaruratan selama pelaksanaan arus mudik dan arus balik Lebaran.

Ia menjelaskan, pertumbuhan jumlah ambulans berbasis komunitas atau yang biasa dikenal dengan ambulans Lazismu/Muhammadiyah dan ambulans Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) di DIY dan wilayah semakin pesat.

Bahkan, katanya, saat ini di DIY saja sudah tersedia lebih dari 25 pegiat ambulans Muhammadiyah, belum lagi di daerah lain. “Peningkatan jumlah itu perlu diikuti dengan peningkatan kapasitas pengetahuan dan keterampilan bagi petugasnya, terutama dalam kemampuan penanganan kasus kegawatdaruratan sehari-hari di jalan dan pada kejadian bencana,” katanya dikutip Antara.

Widianto mengatakan, pelatihan yang diikuti 25 ambulans Muhammadiyah dan 100 peserta ini dengan materi potensi kejadian bencana, pengelolaan penanganan korban massal, penanganan kegawatdaruratan pada anak dan balita dan praktik stabilisasi, evakuasi dan transportasi.

“Melalui pelatihan ini diharapkan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam penanganan kegawatdaruratan dan bencana, sekaligus meneguhkan komitmen RS PKU Bantul sebagai RS Siaga Bencana,” katanya.

Ia mengatakan, berdasarkan data Korlantas RI terdapat 2.441 kejadian kecelakaan lalu lintas dengan 586 orang meninggal dunia selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2017. Dan walaupun angka kecelakaan lalu lintas berkurang setiap tahunnya, namun angka tersebut masih tergolong tinggi.

“Selain persoalan di atas Indonesia pada umumnya dan DIY pada khususnya merupakan daerah yang memiliki ancaman bencana yang sangat tinggi, baik bencana alam, non-alam maupun sosial,” katanya. (*)

Read previous post:
Harga Kain Naik, Tetap Pertahankan Kualitas

BANYAKNYA lomba drumband anak sekolah dari Taman Kanak-Kanak hingga SMA berpengaruh pada pesanan seragam atau kostum drumband. Nur Cholis (39)

Close