PSIM RAIH KEMENANGAN PERTAMA DI KANDANG-Modal berharga Keluar dari Dasar Klasmen

MERAPI-BENI WIDYASWORO Para pemain PSIM meluapkan kegembiraan usai gol perdana ke gawang Persiba Balikpapan.
MERAPI-BENI WIDYASWORO
Para pemain PSIM meluapkan kegembiraan usai gol perdana ke gawang Persiba Balikpapan.

BANTUL (MERAPI) – Tren kemenangan PSIM Yogya berlanjut dalam lanjutan Liga 2 Grup Timur musim 2018. Setelah meraih tiga poin lawan tuan rumah Persegres Gresik United pada pekan ke-4, skuad Laskar Mataram mampu mengamankan poin penuh dengan membekuk Persiba Balikpapan dengan skor tipis 2-1 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Selasa (15/5) sore. Kemenangan ini memangkas poin minus PSIM menjadi minus satu akibat hukuman pengurngan 9 poin dari FIFA.
Jika tren kemenangan ini terus digaja, bukan tak mungkin PSIM bisa keluar dari dasar klasmen. Pada babak pertama, PSIM terlihat kesulitan dalam membongkar pertahanan Persiba yang pada laga kali ini diperkuat mantan pemain PSIM, Sunni Hizbullah. Berulangkali serangan yang dibangun PSIM melalui Hendika Arga Permana dan Yoga Pratama dari lini tengah, mampu dihalau oleh barisan pertahanan Persiba.
Penetrasi yang dilakukan melalui sayap oleh Supriyadi Eeng dan Hendri Satriadi, masih belum merubah kedudukan. Sesekali tim tamu berusaha memberikan perlawanan. Namun serangan yang dilancarkan Persiba masih mudah diantisipasi lini belakang PSIM yang dikomando Edo Pratama. Laga babak pertama berakhir, tak ada gol yang tercipta.
Memasuki paruh kedua, PSIM berusaha terus menekan. Permainan cepat diperagakan PSIM ke jantung pertahanan Persiba. Babak kedua baru berjalan semenit, Hendika Arga Permana mampu membobol gawang Persiba yang dikawal Fajar Setya.

Berawal dari tusukan Hendri dari sisi kiri pertahanan Persiba, bola umpan mampu ditepis kiper Persiba. Namun Arga yang muncul tak terkawal tanpa ampun melepaskan bola ke gawang. Dalam posisi unggul, para pemain PSIM terlihat semakin percaya diri dalam memainkan bola dari kaki ke kaki.
Belum puas dengan keunggulan satu gol, tim tuan rumah terus menekan pertahanan Persiba. Pada menit 59, PSIM mampu menggandakan keunggulan. Kali ini Hendri yang menyumbangkan gol perdananya untuk PSIM melalui tendangan bebas kaki kanan melengkung yang tak mampu dihadang Fajar Setya.
Unggul dua gol PSIM mulai menurunkan tempo permainan. Hal itu coba dimanfaatkan Persiba untuk berbalik menekan. Berulangkali serangan Persiba mampu dihadang PSIM. Akan tetapi, di penghujung laga, gawang PSIM yang dikawal Ivan Febrianto harus bobol lewat sundulan Dani Marvelous. Skor 2-1 untuk PSIM menutup pertandingan. Meski membukukan kemenangan, PSIM masih tak beranjak dari dasar klasemen sementara Liga 2 Grup Timur dengan minus 1 poin. Namun, kemenangan ini menjaga asa PSIM keluar dari dasar klasmen, lantaran jarak poin dengan tim di atasnya tak banyak.

Seusai laga, Pelatih PSIM, Bona Simanjuntak menyampaikan bahwa pada babak pertama timnya kesulitan menekan karena Persiba bermain disiplin di lini belakang. ”Begitu kehilangan bola Persiba langsung bertahan. Itu yang membuat kami sulit untuk membongkar pertahanan mereka. Pada babak kedua kami instruksikan untuk lebih naik dan anak-anak berhasil untuk mencetak gol,” ujarnya.
Ditambahkan Bona, permainan yang ditampilkan tim asuhannya dari hari ke hari mulai menunjukkan peningkatan yang baik. “Progres anak-anak bagus dari hari ke hari. Ini sesuai dengan harapan kami meski saat ini masih butuh banyak poin untuk bisa bersaing dengan tim-tim lain,” imbuhnya.
Sedangkan Pelatih Persiba, Wanderley Junior mengakui jika PSIM bermain lebih baik dari timnya dan berhak atas kemenangan. Akan tetapi, pelatih asal Brasil itu kecewa dengan kepemimpinan wasit saat pertandingan. “Saya akui PSIM bermain bagus dan layak menang. Tapi saya kecewa dengan wasit yang mengambil keputusan merugikan tim saya,” akunya. (Oro)

 

Read previous post:
Pekan Pertama Puasa Tempat Hiburan Tutup

SLEMAN (MERAPI) - Pemerintah Kabupaten Sleman mewajibkan seluruh tempat atau usaha hiburan tutup operasional pada pekan pertama bulan puasa. Kewajiban

Close