TEROR BOM SURABAYA DIDUGA LIBATKAN JARINGAN JAD-JAT-Pelaku Bom Satu Keluarga, 13 Tewas

MERAPI-ANTARA FOTO/HO/HUMAS PEMKOT SURABAYA Sejumlah sepeda motor terbakar sesaat setelah terjadi ledakan di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS), Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5).
MERAPI-ANTARA FOTO/HO/HUMAS PEMKOT SURABAYA
Sejumlah sepeda motor terbakar sesaat setelah terjadi ledakan di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS), Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5).

SURABAYA (MERAPI)<P>  Tiga gereja di Surabaya diserang bom bunuh diri, Minggu (13/5). Hingga berita ini diturunkan, ledakan bom mengakibatkan 13 orang meninggal dan 41 luka-luka.
“Kejadian bom ada di tiga lokasi. Di Gereja Santa Maria Tak Bercela Ngagel, GKI Jalan Diponegoro, dan Gereja Pantekosta Jalan Arjuna,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera.
Barung mengungkapkan, dari informasi ledakan terjadi Di Gereja Santa Maria Tak Bercela Ngagel pukul 07.30 WIB, di GKI Jalan Diponegoro pukul 07.45 WIB, dan Gereja Pantekosta Jalan Arjuna pukul 08.00 WIB.
Ledakan bom di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jalan Diponegoro Surabaya, Jawa Timur, pada sekitar pukul 07.45 WIB, diduga dilakukan seorang ibu yang membawa dua anaknya. Ketiga pelaku bom bunuh diri tewas seketika di lokasi kejadian. Polisi kemudian mengevakuasi jasad para pelaku yang tercecer di halaman GKI Jalan Diponegoro Surabaya.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang mengunjungi lokasi kejadian menyatakan pelaku bom di tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/5), diduga kuat adalah satu keluarga.

“Tim sudah bisa identifikasi pelaku. Pelaku diduga satu keluarga yang melakukan serangan. Seperti di Gereja Pantekosta di Jalan Arjuno yang menggunakan mobil Avanza diduga adalah bapaknya bernama Dita Prianto,” kata Kapolri saat merilis peristiwa itu di Rumah Sakit Bhayangkara Mapolda Jatim.
Tito melanjutkan, sebelum melakukan aksi di Gereja Pantekosta, pelaku terlebih dahulu menurunkan istri yang bernama Puji Kuswati dan dua anak perempuan bernama Fadila Sari (12) dan Pamela Riskita (9). Sementara pelaku di Gereja Katolik Santa Maria Tak bercela adalah dua orang laki-laki yang diduga anak Dita.
“Satunya adalah Yusuf Fadil usia 18 tahun dan Firman Halim berusia 16 tahun. Semuanya adalah jenis bom bunuh diri namun jenis bomnya berbeda,” ujar Tito.
Dijelaskannya, pelaku bom di Gereja Pantekosta meletakkan di dalam mobilnya. Setelah itu Dita menabrakkan mobilnya karena merasa terdesak. Sedangkan di GKI Jalan Diponegoro, tiga bom diletakkan di pinggang. Itu terlihat karena baik ibu dan anak mengalami luka dan rusak di bagian perut. Sementara atas dan bawah masih utuh.
“Kalau di gereja di Ngagel menggunakan bom yang dipangku. Kita belum paham bom apa ini jelasnya. Ini bom pecah dengan efeknya yang besar dibawa dengan sepeda motor,” ucapnya.

Sampai saat ini, tim Laboratorium Forensik Polda Jatim masih menyelidiki bahan peledak apa yang dipakai.
“Kelompok ini tak lepas dari Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) yang merupakan pendukung utama ISIS di Indonesia yang dipimpin oleh Aman abdurahman,” kata Tito.
Untuk motifnya, Tito mengemukakan, saat ini ISIS tengah ditekan dan dalam keadaan terpojok. Dalam tekanan itu, ISIS memerintahkan jaringannya menyerang di seluruh dunia termasuk di Indonesia.
Presiden Joko Widodo yang membatalkan tiga acara di Jakarta langsung terbang ke Kota Surabaya, mengunjungi Tempat Kejadian Perkara (TKP) gereja-gereja yang menjadi lokasi ledakan bom di Surabaya pada Minggu sore.
Presiden didampingi Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala BIN Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan mengunjungi 2 gereja.
Gereja pertama adalah GKI di Jalan Diponegoro. Presiden dan rombongan tiba pukul 15.30 WIB disambut Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Di GKI, Presiden sempat masuk ke pelataran gereja dan meninjau sekitar 5 menit.

Selanjutnya pada pukul 15.45 WIB Presiden tiba di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya di Jalan Arjuna. Di gereja yang seluruh bagian depannya hangus tersebut, Presiden lama berbincang dengan Menkopolhukam, Kepala BIN, Kapolri dan Panglima TNI.
Motor-motor yang diparkir di depan gereja pun hangus terbakar. Masih ada bau material terbakar saat Presiden tiba di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya itu.
Salah seorang saksi yang merupakan petugas keamanan gereja, Erens A Ratupa, mengatakan sebuah mobil masuk halaman gereja sebelum terjadi peristiwa ledakan.
“Saya berjaga bagian belakang dan tiba-tiba ada ledakan dari halaman. Informasinya mobil masuk ke halaman dan meledak,” ujarnya ketika ditemui di lokasi kejadian, Minggu.
Ia melihat suara yang keras dan asap di bagian depan, kemudian jemaat yang sedang melaksanakan peribadatan Misa di dalam gereja “semburat” atau berhamburan keluar melalui pintu belakang.
“Peristiwanya cepat dan jemaat keluar menyelamatkan diri masing-masing. Mereka panik dan semburat. Ada korban luka segera dibawa ke poliklinik,” ucapnya.
Ia menduga, beberapa orang yang menjadi korban adalah petugas keamanan bagian depan dan jemaat yang bertugas membagikan warta untuk jemaat saat selesai peribadatan. (*)

Read previous post:
Mensos: Merapi Aman untuk Wisatawan

CANGKRINGAN (MERAPI) - Menteri Sosial RI Idrus Marham memastikan bahwa kawasan lereng Gunung Merapi di Kabupaten Sleman, pascaletusan freatik Gunung

Close