Juru Kunci Gunung Merapi Rasakan Keanehan Sejak 4 Hari Sebelum Letusan

PAKEM (MERAPI)-  Juru Kunci Gunung Merapi Masbekel Anom Suraksosihono atau Mbah Asih mengatakan bahwa erupsi freatik Gunung Merapi yang terjadi pada pukul 07.40, Jumat (11/5) pagi tidak akan dikuti dengan letusan susulan. Mbah Asih mengaku tanda-tanda letusan sudah dirasakan sejak 4 hari lalu.
“Kalau Merapi meletus itu satu kali, ada letupan sekali saja sudah tidak ada susulan,” kata Mbah Asih kepada wartawan, Jumat (11/5).
Menurutnya, erupsi kali ini mirip dengan erupsi tahun 1997, hanya saja saat itu erupsi tidak besar sehingga wilayah sekitar Merapi sempat gelap. Saat kejadian erupsi freatik kemarin, Mbah Asih mengaku tengah nyekar di pemakaman. Waktu itu ia sempat melihat warga turut panik saat terjadi letusan. Dia pun hanya bisa memanjatkan doa pada yang Maha Kuasa saat itu.

“Saat saya baru nyekar ruwahan, saya melihat warga berlarian, saya juga pergi dari situ tapi tidak jauh. Tapi saya hanya berdoa kepada Tuhan meminta keselamatan,” katanya.
Sebelum terjadi letusan, Mbah Asih mengaku sudah merasakan tanda-tanda sejak empat hari lalu. Saat itu suhu udara di kaki Gunung Merapi jauh lebih panas daripada hari biasanya, namun tidak setiap orang memperhatikan.
“Kalau dilihat dari asapnya juga agak keruh dan lain sebagainya. Suhunya agak naik agak panas,” jelasnya. Meski suhu udara naik selama 4 hari lalu, Mbah Asih mengaku tidak berpikir bahwa Merapi akan erupsi. Menurutnya, hawa panas di lereng Merapi tersebut ia kira hanya efek dari perpindahan musim saja.
Untuk itu Mbah Asih mengimbau kepada warga agar tetap waspada, selain itu warga juga diminta jangan panik serta jangan takut. “Sementara ini biar reda dulu, biar ayem,” pungkasnya.

Sementara itu letusan freatik Gunung Merapi yang terjadi Jumat (11/5) pagi menimbulkan kepanikan bagi sebagian warga sekitar lereng Merapi. Termasuk pedagang dan wisatawan di kawasan Tlogo Putri berhamburan keluar rumah.
Eri (45) salah seorang pedagang di Tlogo Putri mengatkan sebelum terjadi letusan freatik, ia merasakan getaran cukup besar. Menurutnya, getaran itu berlangsung sekitar lima menit, geraran sempat berhenti tapi kembali terjadi.
Setelah terjadi geratan, Eri mengaku mendengar suara gemuruh dan disertai suara dentuman sebanyak tiga kali. Saat itu dirinya kemudian keluar dari warung dan melihat kepulan asap membumbung tinggi dari kawah Gunung Merapi.
“Saat itu saya sedang di dalam warung, tiba-tiba merasakan geratan dengan suara gemuruh disertai suara dentuman. Saat dilihat keluar itu tampak jelas, asap mengepul tinggi dari kawah,” beber Eri kepada Merapi.

Melihat adanya letusan, ia bersama pedagang lain dan juga wisatawan pun berlarian menyelamatkan diri. Sementara warung ditinggalkan dalam keadaan terbuka, tapi beberapa saat kemudian warga kembali untuk menutup warung.
“Merapi njeblug, merapi njeblug… warga kemudian berhamburan. Lihat adanya letusan itu, pedagang dan pengunjung serta warga berlarian semua, menyelamatkan diri, takutnya ada letusan susulan,” katanya.
Kapolres Sleman, AKBP M Firman Lukmanul Hakim menambahkan, evakuasi terkait erupsi Gunung Merapi merupakan tugas bersama baik Polri, TNI, serta masyarakat. Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
“Sejumlah warga pun sudah berada di tempat yang aman. Semoga tidak erupsi susulan, menurut informasi abunya juga tidak berbahaya,” bebernya. Menurutnya saat kejadian erupsi, wilayah Kaliurang tengah banyak dikunjungi oleh wisatawan yang berlibur menikmati libur panjang. “Wisatawan menganggap ini momen penting bagi mereka, padahal enggak, ini erupsi,” terangnya.

Pengamat pos Merapi, Sunarto menerangkan, erupsi yang terjadi ini bersifat freatik atau didominasi uap air. “Terakhir erupsi freatik terjadi tahun 2014. Intensitas kegempaannya hampir sama,” katanya ditemui di pos pengamatan.
Pasca kejadian, suhu kawah mengalami penurunan sehingga kondisinya sudah kembali normal. “Usai letusan kondisi sudah normal lagi. Saya imbau pada masyarakat untuk tetap tenang, tidak usah panik,” pungkasnya.(Shn/Tri/C1/Awn)

Read previous post:
ATASI PSMS 3-2 – Pelatih PS Tira Apresiasi Perjuangan Pemain

  BANTUL (MERAPI) – Pelatih PS Tira Bantul, Rudy Eka Priambada mengatakan jika perjuangan yang ditunjukkan para pemain saat menghadapi

Close