Panik Saksikan Letusan, Fajar Lari Tinggalkan Tenda di Puncak Merapi

MERAPI-SAMENTO SIHONO Rumah-rumah warga di kawasan Kaliurang, Pakem, Sleman tertutup abu dari letusan freatik Gunung Merapi
MERAPI-SAMENTO SIHONO
Rumah-rumah warga di kawasan Kaliurang, Pakem, Sleman tertutup abu dari letusan freatik Gunung Merapi

YOGYA (MERAPI)- Warga lereng Gunung Merapi dikagetkan dengan erupsi freatik berupa hembusan asap putih setinggi 5,5 km dari puncak pada Jumat (11/5) pagi. Letusan freatik selama 5 menit itu membuat warga di kaki Merapi panik dan mengungsi. Materialnya menimbulkan hujan abu di Sleman, Kota Yogya dan Bantul.
Saat terjadi letusan freatik, terdapat ratusan pendaki yang berada di puncak Gunung Merapi. Mereka menyaksikan asap membumbung tinggi disertai suara gemuruh yang hebat. Para pendaki ini panik hingga berlari turun meninggalkan barang yang mereka bawa.
Salah satu pendaki yang jadi saksi kedahsyatan letusan freatik kemairn pagi adalah Fajar Wahyu Ilmawati warga Patangpuluhan, Yogya. Dia mengatakan, kemarin pagi sekitar pukul 07.00, dia bersama 5 anggota rombongan lainnya mulai berangkat dari pos 2 pendkaian Gunung Merapi. Saat itu ada rombongan lain berjumlah 4 orang yang juga tiba di Pasar Bubrah sekitar pukul 07.45 pagi.

Saat itulah Fajar mengaku bermaksud memfoto rekan-rekannya dengan latar belakang puncak Merapi. Namun baru beberapa jepretan, dia mendengar suara bergemuruh dari puncak dan melihat asap tebal membumbung tinggi. Pada saat erupsi itu dia mengaku sempat bingung, karena bagi pendaki pemula sepertinya, kejadian tersebut di luar dugaan.
“Hingga akhirnya pendaki lain berteriak menyuruh saya untuk turun,” ujarnya. Sontak dia bersama rombongan turun dan meninggalkan beberapa peralatan seperti tenda dan matras. Saat kejadian itu, dia melihat ada 3 orang yang berada di puncak. Menurutnya pendaki tersebut hanya diam dan baru turun setelah mendengar teriakan dari bawah. “Banyak petugas yang naik membantu evakuasi, karena saya lihat beberapa pendaki seperti pasrah gitu, mungkin mereka syok,” ungkapnya.
Fajar pun mengaku bersyukur akhirnya berhasil dievakuasi turun dengan selamat.
Salah satu anggota tim SAR Barameru Desa Lencoh Selo Boyolali, Samsuri menambahkan, saat kejadian ada sekitar 160 pendaki di puncak Merapi.
“Ada sekitar 50 pendaki berada di Pasar Bubrah atau puncak sebelah utara, dan mereka sudah turun dari tempat itu,” kata Samsuri.
Dikatakan, Tim SAR Barameru Lencoh dan sukarelawan melakukan penjemputan para pendaki Merapi.
Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi Ami Nurwati mengatakan, ada sekitar 50 orang pendaki di Gunung Merapi yang masuk melalui jalur pendakian Selo, Boyolali saat kejadian. Pihaknya pun memastikan semua pintu masuk kawasan ditutup.

“Semua pintu masuk kawasan tutup karena biasanya dampaknya hujan abu. Kami bertangnggung jawab terhadap pengamanan maupun kesehatan mereka,” tegasnya.
Ami menambahkan dari informasi staf di wilayah Sleman tidak ada kegiatan pendakian dan kawasan. “Pukul 07.00 sampai 08.00 belum ada wisatawan yang masuk kawasan. Berarti tidak ada pendaki yang masuk dari Sleman,” ucap Ami.(C1/Shn)

Read previous post:
Hujan abu Vulkanik, Kodim Sleman Bagikan Masker

KOMANDAN Kodim 0732/Sleman Letkol Inf Diantoro, Jumat (11/5) menerjunkan seluruh kekuatan personel prajuritnya untuk membantu mengevakuasi masyarakat di wilayah Hargobonangun,

Close