Meletus Freatik, Status Gunung Merapi Masih Normal

Visual kawah Merapi pascakejadian letusan freatik. (@BPPTKG)
Visual kawah Merapi pascakejadian letusan freatik. (@BPPTKG)

YOGYA (MERAPI) – Meski mengalami letusan freatik, status aktivitas Gunung Merapi masih normal.

“Status aktivitas Merapi Normal,” demikian tulis Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) dalam akun resminya di Twitter @BPPTKG, Jumat (11/5).

Lewat lini massanya tersebut, BPPTKG menginformasikan rentetan erupsi Merapi yang terjadi mulai pukul 07.40 WIB dengan durasi kegempaan 5 menit. Ketinggian kolom erupsi saat itu mencapai 5.500 meter di atas puncak.

Pada pukul 08.54 WIB, erupsi yang terjadi bersifat freatik (dominasi uap air).  Erupsi berlangsung satu kali dan tidak diikuti erupsi susulan. Sebelum erupsi freatik ini terjadi, jaringan seismik Merapi tidak merekam adanya peningkatan kegempaan.

Visual kawah Merapi pascakejadian letusan freatik. (@BPPTKG)
Visual kawah Merapi pascakejadian letusan freatik. (@BPPTKG)

Namun demikian, sempat teramati peningkatan suku kawah secara singkat pada pukul 06:00 WIB (sekitar 2 jam sebelum erupsi). Pascaerupsi, kegempaan yang terekam tidak mengalami perubahan dan suhu kawah mengalami penurunan.

“Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang,” sebutnya.

Akibat letusan freatik tersebut, sejumlah wilayah di DIY diguyur hujan abu. (Son)

Read previous post:
Pemutihan Tunggakan PBB Diusulkan Tahun Ini

UMBULHARJO (MERAPI) - Pemutihan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) untuk sejumlah wajib pajak yang menunggak pembayaran bakal diusulkan tahun ini.

Close