SERAP ANGGARAN Rp 176 M – Sleman Pertahankan Pasar Tradisional

MERAPI-AWAN TURSENO Sri Purnomo menandatangani prasasti empat pasar tradisional.
MERAPI-AWAN TURSENO
Sri Purnomo menandatangani prasasti empat pasar tradisional.

PRAMBANAN (MERAPI) – Pemerintah Kabupaten Sleman berkomitmen mempertahankan pasar tradisional yang telah beroperasi sejak lama. Agar tetap diminati masyarakat, keberadaannya sebagian besar telah direvitalisasi.

Seperti halnya Pasar Prambanan, kini terlihat besar dan megah dengan bangunan baru. Bahkan beberapa fasilitas disediakan seperti escalator (tangga berjalan) dari lantai satu menuju lantai dua. Begitu pula sarana aplikasi pemantauan harga pangan, tempat parkir luas menjadi daya tarik bagi pengunjung.

Pasar induk di wilayah timur Kabupaten Sleman tersebut diresmikan Bupati Sleman Sri Purnomo, Rabu (9/5). Beroperasinya Pasar Prambanan ditandai dengan pengguntingan buntal, serta penandatanganan prasasti 4 pasar tradisional yaitu Pasar Prambanan, Kalasan, Tegalsari dan Pasar Sleman Unit I.

Hadir pada kesempatan tersebut Duta Besar RI untuk Finlandia dan Estonia Wiwik Setyawati Firman, Ketua DPRD Sleman, Ketua Tim Penggerak PKK Sleman, Sekda Sleman, Assekda, Kepala Dinas dan Instansi terkait.
Sri Purnomo dalam sambutannya menyampaikan, keberadaan pasar tradisional di wilayah Sleman harus terus diupayakan, dipertahankan, dan dikembangkan. Sebelumnya, masyarakat sering menganggap pasar tradisional terkenal kotor, kumuh dan berbau tidak sedap. Penilain tersebut harus diubah dengan merevitalisasi agar terkesan bersih.

“Pasar Prambanan kini hampir sama dengan pasar modern. Terlihat bersih, serta memiliki fasilitas penunjang yang memberi kenyamanan bagi masyarakat. Kondisi ini harus dipertahankan baik pedagang maupun pengelola. Jaga kebersihannya agar tidak kotor dan berbau,” ungkap Sri Purnomo.

Bagi masyarakat, lanjutnya, pasar tradisional tidak hanya untuk sekadar tempat transaksi belanja tetapi juga menjajakan hasil produksi masyarakat dan melakukan interaksi sosial. Dengan revitalisasi ini, diharapkan Pasar Prambanan ini menjadi lebih kondusif, bersih, rapi, sehat, tertib, dan aman. Sehingga mampu menarik pembeli dan memberikan keuntungan lebih bagi para pedagang serta menambah laju perputaran roda perekonomian di wilayah Kecamatan Prambanan.

“Suatu saat bersama istri, saya akan berbelanja di Pasar Prambanan ini tanpa pemberitahuan kepada pengelola sembari melihat langsung kebersihan dan kerapian pasar Prambanan,” kata Sri Purnomo.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman, Tri Endah Yitnani menyampaikan, tahun 2017 telah selesai melaksanakan revitalisasi 6 pasar tradisional yakni Pasar Tegalsari, Pasar Kalasan, Pasar Gentan, Pasar Sleman Unit I, Pasar Klitikan dan Pasar Prambanan. Revitalisasi pasar tersebut dengan total dana mencapai Rp 176 miliar, meliputi APBD Sleman Rp 127 miliar, APBD DIY Rp 17 miliar dan untuk pembebasan tanah Rp 32 miliar.

Untuk penataan pedagang pasar menempati kembali ke bangunan baru di Pasar Tegalsari, Pasar Kalasan, Pasar Gentan dan Pasar Sleman Unti I telah selesai dilaksanakan Februari dan Maret 2018. Sedangkan penataan di pasar Prambanan dimulai dengan proses sosialisasi dan pengundian tempat dasaran sejak 11 April. Pada tahap 1 telah menempatkan pedagang sejumlah 1.760 dan sisanya masih dalam proses verifikasi.

Endah menandaskan intinya pedagang pasar Prambanan lama semua akan tertampung di Pasar Prambanan yang baru. Sementara itu untuk pembagian dagangan lantai I untuk komoditas kering seperti pakaian, konveksi, asesoris, counter HP, emas, spart part. Lantai II dagangan basah meliputi sayur, buah, daging, bumbu dapur dll. Sedangkan lantai III khusus dagangan yang dijual secara borongan atau grosir, untuk kulakan para pedagang krombong dan lantai IV untuk tempat parkir dan masjid yang dilengkapi dengan kafe dan warung makan dengan latar belakang Candi Prrambanan.

Ke depan, khusus lantai IV pihaknya akan koordinasi dengan pihak Taman Wisata Candi (TWC) untuk diisi kerajinan atau cinderamata. Serta dibuat kereta gantung dari Candi Prambanan, Pasar Prambanan, Candi Ratu Boko dan Tebing Breksi yang diharapkan mampu menarik para wisatawan. (Awn)

 

Read previous post:
JELANG RAMADAN BUNGA TABUR LARIS – Harga Tembus Rp 200.000/Kg

SEPEKAN menjelang datangnya bulan puasa, bunga tabur laris manis di pasaran. Hanya saja, harganya mulai melonjak. Sejak awal bulan ini,

Close