Minum Susu Secukupnya Saja

MERAPI-JB SANTOSO Susu kaya protein, bila berlebihan rugikan tulang.
MERAPI-JB SANTOSO
Susu kaya protein, bila berlebihan rugikan tulang.

PENYEBAB osteoporosis amat beragam. Yang paling sering dikarenakan tidak adanya hormon estrogen pada wanita menopause. Hormon ini dapat meningkatkan penyerapan kalsium. Tapi selain itu, hormone parathyroid, growth hormone, hormon testosteron dan vitamin D juga menjadi biang pengeroposan tulang.

Tulang terdiri dari berbagai mineral. Yang terbanyak adalah kalsium dan fosfor. Kalsiumlah yang menjadikan massa tulang menjadi amat kuat.

Sementara vitamin D diperlukan tubuh karena bermanfaat mendukung metabolism kalsium. Penyebab lain penurunan massa tulang adalah penggunaan obat kortikosteroid jangka lama.

Sebaiknya, kita mengubah pola makan dan gaya hidup untuk mencegah terjadinya osteoporosis. Jangan sampai ketahuan setelah terjadinya patah tulang, karena pengobatannya cukup merepotkan dan butuh banyak biaya.

Pada seseorang yang mengalami patah tulang, diagnosis osteoporosis ditegakkan berdasarkan gejala, pemeriksaan fisik dan rontgen tulang. Pemeriksaan lebih lanjut mungkin diperlukan untuk menyingkirkan keadaan lainnya yang bisa diatasi, yang bisa menyebabkan osteoporosis.

Untuk mendiagnosis osteoporosis sebelum terjadinya patah tulang dilakukan pemeriksaan yang menilai kepadatan tulang. Pemeriksaan yang paling akurat adalah DXA (dual-energy x-ray absorptiometry).

Pemeriksaan ini aman dan tidak menimbulkan nyeri, bisa dilakukan dalam waktu 5-15 menit. DXA sangat berguna untuk wanita yang memiliki risiko tinggi menderita osteoporosis. Juga bagi penderita yang diagnosisnya belum pasti dan penderita yang hasil pengobatannya harus dinilai secara akurat.

Mekanisme yang mendasari dalam semua kasus osteoporosis adalah ketidakseimbangan antara resorpsi tulang dan pembentukan tulang. Dalam tulang normal, terdapat matrik konstan remodeling tulang, hingga 10 persen dari seluruh massa tulang mungkin mengalami remodeling pada saat titik waktu tertentu.

Proses pengambilan tempat dalam satuan-satuan multiseluler tulang (bone multicellular units (BMUs)) pertama kali dijelaskan oleh Frost tahun 1963. Tulang diresorpsi oleh sel osteoklas (yang diturunkan dari sumsum tulang), setelah tulang baru disetorkan oleh sel osteoblas.

Tidak disangkal susu memiliki kandungan gizi yang lengkap, oleh karena sering dianjurkan untuk meminum susu agar tulang menjadi kuat. Namun menurut Samuel Oetoyo MS SpGK, ahli gizi klinis FKUI dalam sebuah situs, meminum susu berlebihan justru dapat memicu osteoporosis atau keropos tulang.

Samuel menjelaskan, susu memiliki kandungan gizi lengkap, termasuk protein, kalsium, dan asam lemak penting bagi tubuh. Namun, susu bisa saja memberi efek merugikan apabila konsumsinya setiap hari membuat seseorang menjadi kelebihan asupan protein.
“Kita tahu, di dalam susu kan mengandung protein. Kalau orang konsumsi proteinnya berlebihan, dia akan menarik kalsium dari dalam tulang,” ungkapnya di Jakarta belum lama.

Samuel memaparkan, kebutuhan protein orang normal antara 0,8 gram dan 1,5 gram per kg berat badan. Namun, kalau dalam kondisi sakit, protein dapat diberikan sampai 1,5 gram per kg, bahkan 2 gram per kg berat badan.

Artinya kalau seseorang memiliki berat badan 60 kg, maksimal (kebutuhan protein) sehari 120 gram. Kalau minum susu, misalnya sehari sampai 10 gelas, berarti kan 60-70 gram. Padahal, kebutuhannya hanya 100 gram, dan belum lagi yang bersangkutan masih makan nasi, ayam, ikan. “Artinya yang bersangkutan akan kelebihan (protein). Kalau kelebihan, pelan-pelan kalsium akan ditarik dari dalam tulang,” ungkapnya. (dari berbagai sumber) – (JB Santoso)

 

Read previous post:
GAMELAN, REFLEKSI HARMONI KEHIDUPAN JAWA (3) – Keindahan Bonang Barung dan Penerus

Gamelan berasal dua suku kata gamel dan an. Yang dalam bahasa jawa berarti memukul atau menabuh. Jadi gamelan merupakan suatu

Close