Jam Operasional Tempat Usaha Selama Ramadan Dibatasi

SUKOHARJO (MERAPI) – Jam operasional tempat usaha akan dibatasi selama puasa Ramadan hingga Lebaran. Mereka yang terkena pembatasan jam buka seperti tempat karaoke, tempat hiburan malam, rumah makan, restauran dan lainnya. Aturan tersebut masih dalam tahap penyusunan dan segera disosialisasikan ke para pengelola atau pemilik tempat usaha.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo Agus Santosa, Rabu (9/5) mengatakan, aturan mengenai jam operasional tempat usaha diwujudkan dalam bentuk Surat Edaran (SE) Bupati. Saat ini penyusunan aturan sedang dilakukan oleh petugas dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait seperti Bagian Hukum dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Dalam penyusunan aturan tersebut ditekankan mengenai batasan jam operasional tempat usaha. Hal itu sengaja dilakukan untuk menghormati umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadan.

Aturan tersebut bersifat mengikat dan wajib dilaksanakan oleh pengelola atau pemilik tempat usaha dimaksud. Apabila melanggar maka akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan.

Penyusunan SE bupati diharapkan segera selesai dalam waktu tidak lama lagi. Sebab OPD terkait dalam penyusunan aturan belum menemukan kendala.

“Setelah selesai disusun maka akan ditandatangani bupati dan langsung diedarkan sekaligus dilaksanakan sosialisasi oleh petugas kepada para pengelola atau pemilik tempat usaha,” ujar Agus Santosa.

Dari pengalaman sebelumnya sebagaian besar para pengelola dan pemilik tempat usaha selalu melaksanakan aturan. Selain sebagai bentuk ketaatan pada aturan juga untuk menghindarkan saksi.

Pada pelaksanaan pembatasan jam operasional tempat usaha nanti Pemkab Sukoharjo berharap ada pengawasan bersama melibatkan sejumlah instansi terkait. Mereka seperti kepala desa, lurah, camat dan aparat keamanan. Selain itu masyarakat umum juga ikut dilibatkan sebagai bagian dari usaha menjaga ketertiban umum.

“Kalaupun nanti ada temuan pelanggaran maka akan diserahkan ke petugas terkait. Masyarakat kami minta tenang dan tidak mudah terpancing isu dengan melakukan perusakan dan kerusuhan. Petugas sudah siap memberikan sanksi bagi pelaku pelanggaran,” lanjutnya.

Kepala Satpol PP Sukoharjo Heru Indarjo mengatakan, pihaknya masih menunggu penyelesaian aturan jam operasional tempat usaha dalam bentuk SE Bupati. Dalam penyusunan SE tersebut tidak mengalami perubahan mencolok dibandingkan aturan serupa tahun lalu. Meski demikian Satpol PP Sukoharjo tetap melakukan penyusunan dengan cermat.

Secara teknis dijelaskan Heru Indarjo para pengelola atau pemilik tempat usaha selama puasa Ramadan hingga Lebaran akan diatur. Mereka akan terkena pembatasan jam buka usaha. Kondisi tersebut harus diketahui sejak awal dan dilaksanakan saat penerapan.

“Apabila sebelumnya pada hari biasa tempat usaha seperti karaoke dan rumah makan bisa buka dan tutup secara bebas. Maka selama puasa Ramadan hingga Lebaran akan dilakukan pembatasan untuk menghormati umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa,” ujar Heru Indarjo.

Saat diterapkan aturan jam operasional tempat usaha maka nantinya Satpol PP Sukoharjo akan menerjunkan anggotanya untuk melakukan patroli lapangan. Tujuannya untuk melihat kepatuhan dan efektifitas pelaksanaan aturan dikalangan pelaku usaha.

“Aturan ini untuk semua pihak. Misal untuk tempat usaha jual makanan. Tidak hanya rumah makan dan restauran besar saja aturan itu diterapkan tapi juga warung makan kecil seperti angkringan hik. Petugas akan melakukan patroli. Pada intinya bukan dilarang buka tapi penekanannya pada pembatasan jam operasional saja,” lanjutnya.

Ketua Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) se Sukoharjo Joko Cahyono mengatakan, mendukung penuh kebijakan pembatasan jam operasional tempat usaha. Sebab aturan tersebut memang pantas diterapkan saat puasa Ramadan. Terlebih lagi untuk pedagang makanan memang perlu dilakukan pengaturan.

Joko bahkan menjamin, para PKL patuh menaati aturan meski belum menerima SE Bupati. “Aturan pembatasan jam operasional sudah sewajarnya diterapkan saat Ramadan. Apalagi masyarakat sedang menjalanlan ibadah puasa dan memang kondusifitas daerah perlu dijaga,” ujarnya. (Mam)

Read previous post:
JELANG LAWAN PSMS – PS Tira Perbaiki Inkonsistensi Permainan

  BANTUL (MERAPI) - Tampil inkonsisten dari tujuh laga yang dijalani, PS Tira Bantul berusaha memperbaiki hal tersebut sebelum menjamu

Close