LOMBA DERKUKU PAKU ALAM CUP 2018 – Suara Narosama Kalahkan Bandoro

MERAPI-SULISTYANTO Prosesi pelepasan derkuku ke alam sebelum penjurian derkuku Paku Alam Cup 2018 dimulai.
MERAPI-SULISTYANTO
Prosesi pelepasan derkuku ke alam sebelum penjurian derkuku Paku Alam Cup 2018 dimulai.

TAK kurang dari 175 ekor derkuku ikut dalam lomba atau konkurs seni suara derkuku Paku Alam Cup 2018 di Alun-alun Selatan Kraton Yogyakarta, Minggu (6/5). Pada kelas senior derkuku bernama Narasoma dan Bandoro saling bersaing mengumpulkan nilai setiap babak demi babak. Persaingan suara derkuku semakin sengit dan setelah nilainya ditotal dari babak pertama sampai keempat, Narasoma milik B2W Bird Farm asal Sleman berhasil unggul dibanding Bandoro milik Kohliang asal DKI Jakarta.

Sedangkan juara ketiga pada kelas senior derkuku, yakni derkuku bernama Bodronoyo milik dr Hartono asal Semarang. Pemilik derkuku juara I sampai III ini berhasil memboyong piala mahkota KGPAA Paku Alam X serta piagam.

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan KPH Kusumo Parastho, KGPAA Paku Alam X menuturkan, lomba derkuku tingkat nasional Paku Alam Cup pada tahun ini sudah yang keempat kali diselenggarakan. Antusias peserta dari berbagai daerah yang tinggi, diharapkan bisa menjadikan kegiatan itu ajang silaturahmi deku mania. Selain itu mendukung pelestarian derkuku dan bermanfaat untuk pariwisata maupun perekonomian warga.

“Hobi dan budidaya derkuku mempunyai kaitan dengan bidang-bidang lain termasuk kerajinan sangkar, petani sampai penjual biji-bijian pakan derkuku. Dengan lomba seperti ini diharapkan juga bisa meningkatkan kesadaran untuk menyayangi, melestarikan sampai mencetak derkuku-derkuku kualitas lomba,” papar KPH Kusumo Parastho.

Deku mania yang mengikuti kegiatan ini yang diselengarakan Persatuan Pelestari Derkuku Seluruh Indonesia(PPDSI) bekerja sama Dinas Pariwisata DIY itu tidak hanya diikuti dari DIY. Bahkan dari Klaten, Solo, Bogor, Semarang, Blitar, Tulungagung, DKI Jakarta, Malang, Bali dan Karawang.

Lomba Derkuku Paku Alam Cup 2018 itu diawali dengan prosesi kirab 10 prajurit Pura Pakualaman dan membawa satu piala mahkota. Piala itu selanjutnya diterima kepada KPH Kusumo Parastho, lalu diserahkan Kepala Dinas Pariwisata DIY yang diwakili Rose Sutikno dan diserahkan kepada panitia pelaksana Supriyadi. Setelah itu dilakukan pelepasan derkuku ke alam, sebelum penilaian derkuku-derkuku yang digantang.

Kegiatan itu juga diihadiri Pelindung Persatuan Pelestari Derkuku Seluruh Indonesia(PPDSI) GBPH H Prabukusumo SPSi, Ketua PPDSI Pusat M Makrus dan pembina PPDSI DIY, Drs Prawindra AS, Drs H Bambang W dan Sumali. Tim juri yang bertugas asal DIY, yaitu Ali, Gito, Guntur, Arif, Sukono, Shodiq, Sutanto dan Sukir. Juri dari luar DIY, Kamto Blitar, Arief J serta Totok.

“Kami merasa senang antusias peserta lomba derkuku baik sifatnya regional maupun nasional selalu bisa tinggi. Latihan-latihan bersama yang digelar pengurus daerah juga bisa maksimal pesertanya dan kualitas derkuku semakin bagus,” urai Ketua PPDSI Pusat, M Makrus asal Jawa Timur.

Adapun derkuku yang berhasil menjadi juara I sampai III pada kelas yunior berturut-turut sebagai berikut, Basudewa – B2W Bird Farm (Sleman), Sekar Kinanti – Puji S (Sleman) dan Dananjaya – Isnawan (Yogya). Pada kelas pemula, juara I sampai III, yakni Ndoro Nggong – H Yusuf H (Bantul), Gading – H Yusuf H (Bantul) dan Ontoseno – Sigit (Sleman Utara). (Yan)

Read previous post:
CEGAH DAN ATASI KENAKALAN REMAJA – Kembalikan Konsep Pendidikan Ki Hadjar Dewantara

KENAKALAN remaja usia sekolah kini semakin memprihatikan. Mulai dari tawuran, vandalisme hingga fenomena <I>klitih<P> di kalangan remaja. Kondisi itu tidak

Close