KPU Yogya Kesulitan Mendata Mahasiswa

UMBULHARJO (MERAPI) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Yogyakarta kesulitan memetakan pemilih dari kalangan mahasiswa luar daerah karena para mahasiswa tersebut tidak semuanya tinggal di asrama. Mereka juga belum dapat diprediksi akan mengunakan hak pilih di Kota Yogyakarta atau di daerah asal.

“Kami sudah melakukan pencocokan dan penelitian di asrama mahasiswa. Tapi tidak semua mahasiswa terkumpul dalam satu asrama. Ada yang kos di luar asrama,” kata Ketua KPU Yogyakarta, Wawan Budiyanto, Minggu (6/5).

Untuk mengatasinya, KPU sudah berkoordinasi dengan para petugas pemutakhiran data pemilih (pantarlih) di masing-masing wilayah. Pantarlih diminta mendata penghuni kos-kosan dan kontrakan yang berpotensi memiliki hak pilih dan akan menggunakan hak pilih di Kota Yogyakarta.

“Untuk warga luar Yogyakarta seperti mahasiswa dari daerah yang tidak memiliki e-KTP Yogyakata akan kami catat dengan formulir khusus. Mereka termasuk potensi pemilih dengan formulir A5 yang akan masuk sebagai pemilih tambahan,” terangnya.

Pihaknya tidak menutup kemungkinan bekerja sama dengan perguruan tinggi dalam pendataan mahasiwa luar daerah yang memiliki hak pilih. Apalagi pada Pemilu 2019 pemilu digelar serentak tidak hanya legislatif, tapi juga pemilihan presiden.

“Tapi mereka belum bisa diprediksi saat pemilu nanti akan menggunakan hak pilih di Kota Yogyakarta atau pulang ke daerah asal. Namun pemilih dari luar Kota Yogyakarta ini tetap kami antisipasi karena berkaitan dengan kebutuhan logistik,” tutur Wawan.

Pemutakhiran data pemilih yang didasarkan pada Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) masih terus dilakukan sampai 17 Mei 2018. Dia menegaskan data yang tercantum dalam DP4 adalah warga yang tercatat memiliki KTP Yogyakarta. Total ada 304.926 pemilih yang terdata dalam DP4.

KPU Yogyakarta menerjunkan 1.365 pantarlih untuk pemutakhiran data pemilih. Hasil pemutakhiran itu akan disusun menjadi daftar pemilih sementara pemilu 2019. Jika masih ada warga yang memiliki hak pilih tapi belum masuk daftar pemilih, bisa melapor kepada panitia pemungutan suara setempat. (Tri)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
“Sembada 15K” Angkat Potensi Pariwisata Sleman Barat

SLEMAN (MERAPI) - Bupati Sleman Sri Purnomo mengibaSkan bendera start untuk lomba lari marathon "Sembada 15K" di Desa Wisata Gamplong,

Close