PASCADEMO RUSUH DI SIMPANG TIGA UIN-Paguyuban Mbah Wiro Ancam Pelaku Anarkisme

 

Paguyuban Mbah Wiro Yogyakarta saat menggelar demo di Pertigaan Kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)
Paguyuban Mbah Wiro Yogyakarta saat menggelar demo di Pertigaan Kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

YOGYA (MERAPI) – Demo rusuh yang terjadi di Simpang Tiga Kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang mengancam membunuh Gubernur DIY Sri Sultan HB X membuat marah dan geram warga Yogyakarta. Salah satunya masyarakat yang tergabung dalam Keluarga Besar Paguyuban Mbah Wiro Yogyakarta mengancam pelaku aksi anarkisme yang mengganggu ketenangan warga Yogyakarta dengan melakukan aksi serupa di Simpang Tiga Kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Sabtu (5/5).

Dalam aksinya, Paguyuban Mbah Wiro siap menjaga Sultan dan berjihad untuk melawan siapapun yang mengancam Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan membuat kerusuhan di Yogyakarta. “Kami akan menjadi benteng terdepan untuk melindungi Sultan,” ujar Korlap Paguyuban Mbah Wiro Yogyakarta, Muh Aris Faturahman kepada wartawan di sela-sela aksi.

Dalam aksi tersebut setidaknya ada 500 orang yang tergabung dalam Paguyuban Mbah Wiro turun ke jalan dengan membawa spanduk. Bahkan bila kejadian serupa terulang pihaknya mengancam akan melakukan aksi lebih besar lagi.

“Adanya aksi demo rusuh dan aksi vandalisme dengan mencorat-coret tulisan provokatif ‘bunuh Sultan’ merupakan tindakan provokasi. Perbuatan itu juga telah menginjak harkat dan martabat masyarakat Yogyakarta,” lanjut Muh Aris Faturahman menegaskan.

Dari aksi tersebut kepolisian telah menetapkan 12 tersangka setelah melakukan demo Hari Buruh Internasional 1 Mei serta menentang pembangunan bandara di Kulonprogo.
Selain melakukan aksi bunuh Sultan, para pendemo juga membakar pos polisi dengan bom molotov. Perbuatan para tersangka merupakan tindak pidana penghasutan yang dapat dijerat dengan pasal 160 KUHP. (C-5)

 

Read previous post:
Nyadran Agung Ajang Silaturahmi Warga Kulonprogo

WATES (MERAPI) - Kirab 25 bregada perwakilan dari 12 kecamatan se-Kulonprogo ditambah Pemkab dan BUMD setempat mengawali pelaksanaan tradisi tahunan

Close