Masuk Musim Kemarau, Pemantauan Wilayah Rawan Kekeringan Diintensifkan

MERAPI-ISTIMEWA Ilustrasi: Daerah rawan pangan.
MERAPI-ISTIMEWA
Ilustrasi: Daerah rawan kekeringan.

SUKOHARJO (MERAPI) – Pemantauan terhadap wilayah terdampak kekeringan diintensifkan sejumlah petugas gabungan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Hal tersebut dilakukan mengingat sudah beberapa minggu di Sukoharjo tidak hujan. Sasaran pemantauan seperti pemenuhan kebutuhan air bersih untuk konsumsi rumah tangga, peternakan dan pertanian.

Sekretaris Daerah (Sekda) sekaligus Komandan SAR Sukoharjo Agus Santosa, Minggu (6/5) mengatakan, sudah ada koordinasi bersama dengan sejumlah OPD dalam menghadapi musim kemarau. Usaha yang dilakukan pada awal peralihan cuaca sekarang yakni dengan meminta kepada masing masing pimpinan OPD untuk menerjunkan petugasnya melakukan pemantauan di lapangan.

OPD tersebut seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah, SAR, Dinas Sosial, Dinas Pertanian dan Perikanan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, PDAM, Camat, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), kepala desa dan lurah. Masing masing OPD menjalankan tugas sesuai dengan kewenangannya masing masing.

Sampai sekarang belum ada laporan masuk terkait kekeringan di Sukoharjo baik sektor pertanian, perikanan, peternakan dan konsumsi rumah tangga masih aman. Apabila ada laporan kekurangan air maka nanti akan langsung dilakukan usaha pemberian bantuan dari Pemkab Sukoharjo.

“Masing masing OPD sudah siap dalam membantu masyatakat. Misal petani mengeluhkan kekurangan air untuk pertanian maka Dinas Pertanian dan Perikanan yang turun. Sedangkan untuk air bersih konsumsi rumah tangga maka bantuan ditangani bersama dari camat, BPBD dan PDAM dengan mengirimkan air bersih,” ujar Agus Santosa.

Agus Santosa menjamin masing masing OPD siap bekerja setelah dilakukan koordinasi bersama. Masyarakat bisa langsung mengadukan keluhan apabila kondisi di lapangan memang sudah kering kekurangan air.

Pemkab Sukoharjo sudah memberikan berbagai fasilitas untuk masyarakat memenuhi kebutuhan air. Seperti Pamsimas dan sumur dalam bisa diandalkan memenuhi kebutuhan air bersih saat musim kemarau. Fasilitas lainnya berupa bantuan peminjaman alat mesin diesel atau pompa air bagi petani untuk mengairi sawahnya.

“Untuk wilayah rawan kekurangan air baik air bersih konsumsi rumah tangga dan pertanian masih sama di Kecamatan Tawangsari, Weru dan Bulu. Tapi disana sudah disediakan berbagai fasilitas dari pemerintah. Harapannya tidak lagi terjadi kekurangan air tahun ini,” lanjutnya.

Para camat selaku pemangku wilayah juga diminta aktif melakukan pemantauan terhadap masyarakat. Apabila ditemukan masalah maka bisa langsung mengajukan bantuan.

Camat Bulu Sunarjo mengatakan, belum ada laporan keluhan dari masyatakat kekurangan air bersih. Stok air di sumur masih cukup banyak untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

“Kondisi sekarang masih masuk awal kemarau dan belum ada laporan kekurangan air bersih. Kalaupun ada maka langsung kami ajukan bantuan ke Pemkab Sukoharjo,” ujarnya.

Kecamatan Bulu pada musim kemarau tidak sebatas pada kekurangan air bersih saja tapi juga ancaman serangan kawanan kera liar. Pemantauan dilakukan dengan melibatkan sejumlah petugas terkait lainnya. (Mam)

Read previous post:
Satpol PP Razia Kosa-kosan

PATI ( MERAPI ) - Menjelang bulan Ramadan Satpol PP Pati mulai merazia penyalahgunaan kos-kosan, serta penegakan Perda terhadap tempat

Close