Material Ambrol Tutup Jalan Tawangmangu-Tengklik

Material talud ambrol tengah dibersihkan dari lokasi. (MERAPI-Abdul Alim)
Material talud ambrol tengah dibersihkan dari lokasi. (MERAPI-Abdul Alim)

KARANGANYAR (MERAPI) – Material ambrol bangunan talud menutup akses antarkampung di Tawangmangu-Tengklik, Jumat (4/5) dini hari. Peristiwa itu dipicu human error.

“Awalnya, hendak membangun talud. Pengerjaannya dipihakketigakan. Nah, batu di talud yang akan dikerjakan itu, malah dipindah. Padahal itu saluran air aktif. Tanpa penahan, tentu saja aliran yang keluar ke sela-sela membuat struktur goyah. Tidak kuat, maka jadi ambrol. Materialnya batu-batu berbagai ukuran dan lumpur menutup jalan. Terjadi semalam pukul 03.30 WIB,” kata Camat Tawangmangu, Rusdiyanto.

Akibatnya, lalu lintas terpaksa dialihkan ke barat di jalan lama Tawangmangu-Gondosuli. Talud itu milik warga Pasar Kliwon, Solo, Kamal berlokasi di Dukuh Ngemplak Rt 01/Rw V Desa Tengklik, Tawangmangu. Pembangunannya dikerjakan warga Girilayu, Matesih, Sugiyanto. Adapun ukuran talud ambrol panjang 15 meter dan tinggi 5 meter. Rusdiyanto menyalahkan rekanan pembangunan talud yang dianggap tak berpengalaman.

“Bagi yang akan melakukan pekerjaan konstruksi di Tawangmangu, harus memiliki perhitungan tepat. Apakah tanahnya bergerak atau bagaimana, labil atau butuh terasering. Jadi, ora asal mbangun,” katanya.

Lantaran pemicunya human error, Rusdiyanto meminta pemrakarsa bangunan bertanggungjawab. Dibantu sukarelawan BPBD, pembersihan jalan ditarget selesai Jumat siang.

“Saya minta tenaga dari si pembuat talud dimaksimalkan untuk membersihkan,” katanya.

Kapolsek Tawangmangu AKP Riyanto usai meninjau lokasi menyebut perkiraan kerugian materi akibat talud ambrol mencapai Rp 20 juta.

“Taludnya dalam proses pembangunan. Tidak ada korban jiwa, hanya kerugian materi. Saat batu di talud itu dipindah dengan cara dipecah, kemungkinan merusak pipa air. Lalu menyembur. Ini yang memicu ambrol,” katanya.

Lokasi jalan putus tersebut berada di pintu masuk obyek wisata Grojogan Sewu. Dirut PT Duta Indonesia Jaya, Sukirdi mengatakan tempat wisatanya itu tak terpengaruh akses terputus Tawangmangu-Tengklik meskipun berada tak jauh dari pintu masuk.

“Grojogan Sewu tetap buka. Masih bisa masuk, tidak perlu harus lewat situ,” katanya singkat. (Lim)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Alokasi Dana Desa Naik, Pemerintah Nilai Sukoharjo Berhasil Jalankan Program Pengentasan Kemiskinan

SUKOHARJO (MERAPI) - Alokasi dana desa yang diterima Pemkab Sukoharjo dari pemerintah pusat terus mengalami kenaikan setiap tahun. Tercatat dalam

Close