Seledri Rival Redam Nyeri Syaraf

MERAPI-SULISTYANTO Tanaman seledri bisa mendukung kesehatan, baik dijadikan lalaban maupun beberapa jenis olahan.
MERAPI-SULISTYANTO
Tanaman seledri bisa mendukung kesehatan, baik dijadikan lalaban maupun beberapa jenis olahan.

SUDAH pernah melihat maupun menyantap daun seledri, misalnya saat dijadikan lalaban?

Tanaman dengan nama ilmiah Apium graveolens ini cukup mudah dibudidayakan, misalnya di tanah langsung, plastik polibag maupun wadah lain seperti bekas toples dan pot. Selain semakin menambah cita rasa suatu masakan, seledri juga mengandung zat-zat gizi yang dibutuhkan tubuh seperti protein, zat kalsium, zat besi, manitol dan nocotonic acid. Bahkan diyakini mempunyai beberapa khasiat kesehatan.

Menurut warga kawasan Kasihan Bantul, Shobirin, seledri mempunyai banyak manfaat, baik di bidang kuliner sampai untuk terapi kesehatan. Jika digunakan sebagai rival atau musuh nyeri saraf, tekanan darah tinggi, pengerasan pembuluh darah, menurunkan kolesterol dan hepatitis bisa menerapkan beberapa resep. Antara lain dengan menggunakan seledri 100 gram, asparagus 100 gram, wortel 200 gram, jeruk lemon satu buah, apel dua buah, air dan madu murni secukupnya. Cara membuatnya, apel dan wortel dikupas kulitnya. Setelah itu dicuci bersih bersama asparagus dan seledri. Semua bahan dipotong-potong dan segera dijus sampai lumat. Sebelum diminum ditambah madu dan air perasan jeruk lemon.

“Seledri bagus juga untuk mendukung kesehatan ginjal, misalnya cukup merebus 15 gram seledri sampai mendidih, hasilnya disaring dan diminum pada pagi maupun sore hari,” ungkap Shobirin kepada Merapi, belum lama ini.

Jika untuk melawan anemia, yakni menggunakan seledri 75 gram, nanas 100 gram, susu segar 200 cc dan madu murni cukup satu sendok teh. Cara membuatnya seledri dan nanas dicuci bersih lalu dipotong-potong. Setelah itu diblender atau dijus sampai lumat. Hasilnya ditambah susu segar dan madu. Segera diminum setelah diaduk sampai rata. Adapun kandungan, zat apigenin yang ada di dalam seledri antara lain dan peterseli, dapat mempengaruhi hormon esterogen pada wanita untuk mencegah kanker payudara. Zat ini akan mempengaruhi progestin yang merupakan kontrasepsi hormonal.

“Seumpama memiliki tanaman seledri, agar tanaman seledri bisa tubuh dengan baik atau subur, sebaiknya rutin dipupuk menggunakan pupuk organik seperti dari kotoran ternak ataupun kompos,” tutur Shobirin.

Lain halnya ketika harus membeli seledri seperti di warung atau pasar, sebaiknya dapat mempertimbangkan seperti bagian batangnya besar serta daun-daunnya masih terlihat segar. Seledri kualitas bagus bisa juga dibuat jus, baik tunggal atau dipadu bahan lain. Bahkan dapat dijadikan campuran salad ataupun jenis olahan lain seperti keripik berbahan seledri. (Yan)

 

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Desa Didorong Menulis Legendanya

WONOSARI (MERAPI) - Setiap desa pasti memeiliki legenda tentang daerah setempat. Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul pun mendorong, agar setiap desa

Close