PABRIK OPLOSAN DIGREBEK, 2 PELAKU DIAMANKAN-Polda DIY Sita Ribuan Bungkus Miras Oplosan

MERAPI-HUMAS POLDA DIY Petugas menyita barang bukti ribuan bungkus miras oplosan dari rumah EP
MERAPI-HUMAS POLDA DIY
Petugas menyita barang bukti ribuan bungkus miras oplosan dari rumah EP

DEPOK (MERAPI)-  Petugas Ditreskrimsus Polda DIY berhasil menangkap dua pengoplos dan pengedar minuman keras (Miras) jenis lapen di Wilayah Kota Yogyakarta. Dari penggrebekan di pabrik miras milik keduanya, polisi menyita barang bukti berupa ribuan bungkus plastik miras oplosan. Mereka mengaku mengedarkan oplosan itu di sekitar Kota Yogya, Sleman dan Bantul.
Kabid Humas Polda DIY AKBP Yulianto kepada wartawan, Jumat (4/5) mengatakan, kedua tersangka yang diamankan berinisial S (33) dan EP (58) warga Jogoyudan Jetis Yogyakarta. Dalam menjalankan aksinya, keduanya berbagi peran, di mana S sebagai pengedar dan EP sebagai pengoplos.
“Keduanya ditangkap di dua lokasi berbeda, saat melakukan transaksi penjualan oplosan,” beber Yulianto.
Dijelaskan, terungkapnya kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat tentang adanya peredaran miras oplosan jenis lapen di wilayah Jetis, Yogya. Dari informasi itu petugas lantas melakukan penyelidikan. Hasilnya, polisi mendapat informasi jika miras oplosan itu diedarkan oleh S. Polisi kemudian menguntit S. Dia berhasil disergap saat mengantarkan pesanan oplosan sebanyak 100 bungkus ke wilayah Bangunjiwo, Kasihan, Bantul.

Menurut AKP Yulianto, dari hasil pengembangan, diketahui bahwa miras itu diperoleh dari tersangka EP. Tidak mau buruannya lepas, petugas yang dipimpin Kompol Riyono langsung menggrebek rumah EP yang juga digunakan sebagai pabrik oplosan.
“Petugas berhasil menemukan ribuan bungkus miras oplosan siap edar di rumah itu,” ujar Yulianto. Selain itu, kata dia, petugas juga menemukan beberapa bahan baku yang digunakan EP untuk meracik miras oplosan yang disimpan di sebuah ruangan di belakang rumah.
“Kedua tersangka beserta barang bukti langsung diamankan ke Polda DIY untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” kata Yulianto.
Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa EP berperan sebagai orang yang membuat campuran miras oplosan menggunakan bahan dari alkohol, susu kental manis, kopi mocca pasta dan jamu encok. Bahan-bahan itu dicampur menjadi satu dan dikemas dalam plastik kemasan 200 mililiter.

“Miras oplosan yang ditemukan sudah siap diedarkan. Dikemas dalam tas kresek warna hitam,” jelasnya.
Yulianto menambahkan hingga saat ini penyidik masih terus mendalami kasus penjualan miras oplosan tersebut, termasuk peredarannya. Beberapa saksi sudah periksa.
“Masih terus didalami kasus penjualan oplosan ini, termasuk sejak kapan mereka beroperasi dan peredarannya kemana saja,” katanya.
Akibat perbuatanya keduanya harus mendekam di sel tahanan Polda DIY. Mereka dijerat dengan pasal 106 UU RI No 7 tahun 2014 tentang perdagangan dan atau pasal 140 atau 142 UU RI No 8 tahun 2018 tentang pangan Jo Pasal 50 Perda DIY No 12 tahun 2015 tentang pengendalian dan pengawasan minuman beralkohol serta pelanggaran minuman oplosan.
“Pelaku terancam hukuman kurungan di atas 5 tahun penjara,” pungkasnya.  (Shn)

 

Read previous post:
BELUM REKAM DATA E-KTP-9.000 Warga Terancam Kehilangan Hak Pilih

WATES (MERAPI) - Ribuan warga Kulonprogo terancam kehilangan hak pilihnya dalam pelaksanaan Pemilihan Umum 2019 mendatang. Sebab, hingga kini mereka

Close