MENYERAH 2-4 DARI BHAYANGKARA FC – Sempat Unggul, PS Tira Pulang Tanpa Poin

 

 

JAKARTA (MERAPI) – Kebangkitan yang sempat dimunculkan PS Tira Bantul dalam kompetisi Liga 1 musim 2018 ketika mampu menang 2-1 atas Bali United, ternyata tak berlanjut pada laga berikutnya. Menghadapi tuan rumah Bhayangkara FC di Stadion PTIK, Jakarta, Jumat (4/5), tim berjuluk The Young Warriors yang sempat unggul di babak pertama, harus merelakan poin setelah menyerah dengan skor 2-4.

 

Kedua tim sempat kesulitan mengembangkan permainan di menit-menit awal. PS Tira yang tampil sebagai tim tamu, justru mampu mengejutkan lewat gol yang dicetak Mariano Berriex pada menit 31. Akan tetapi, berselang delapan menit kemudian Vladimir Vujovic mampu membuat kedudukan imbang yang bertahan hingga babak pertama berakhir.

 

Memasuki babak kedua, Bhayangkara FC mulai meningkatkan serangan. Jajang Mulyana mampu membawa juara bertahan Liga 1 ini berbalik unggul pada menit 52. Pertandingan berjalan semakin seru setelah PS Tira mampu menyamakan kedudukan.

 

Penyerang andalan PS Tira, Aleksandar Rakic mampu membuat skor imbang 2-2 saat laga memasuki menit 58. Dalam kedudukan sama kuat, Bhayangkara FC terus menggempur pertahanan PS Tira. Pada menit 73, Teuku Ichsan membawa Bhayangkara FC kembali unggul.

 

Tekanan yang dilancarkan Bhayangkara FC tak berhenti sampai di situ. Herman Dzumafo yang menjadi juru gedor Bhayangkara FC, menjauhkan keunggulan tuan rumah lewat golnya pada menit 86. Tertinggal dua gol, PS Tira kesulitan untuk mengejar meski sejumlah serangan dilancarkan. Hingga laga berakhir, Bhayangkara FC unggul 4-2.

 

Menurut Pelatih PS Tira, Rudy Eka Priambada, timnya sempat mengimbangi permainan Bhayangkara FC setidaknya hingga pertengahan babak kedua. Hanya saja, selepas Dimas Drajad keluar, timnya tak lagi memiliki jatah pergantian pemain sehingga harus bermain dengan 10 pemain dan membuat kesulitan untuk meredam serangan lawan.

 

“Ya termasuk ketika Dzumafo masuk itu juga kami posisinya sudah tertinggal. Saya berusaha bermain dengan 3 bek dan memaksimalkan serangan lewat gelandang. Namun ketika Dimas keluar dan tak bisa ganti pemain, posisinya sudah sulit bagi tim. Akhirnya tambah kebobolan dan sulit untuk mengejar,” ungkapnya. (Oro)

 

 

 

 

 

 

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Sambut Ramadan, Mitra JNE Semarang Rapatkan Barisan

SEMARANG (MERAPI) - Sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja mitra sales counter di Semarang, JNE menggelar gathering di Ballroom Harris Hotel

Close