SRI PURNOMO SAMBUT TIM EVALUASI KLA – Sleman Peroleh Nilai Tertinggi se-DIY

MERAPI-AWAN TURSENO Sri Purnomo menerima rombongan Tim Evaluasi KLA.
MERAPI-AWAN TURSENO
Sri Purnomo menerima rombongan Tim Evaluasi KLA.

SLEMAN (MERAPI) – Tim Evaluasi Kabupaten Layak Anak (KLA) 2018 melakukan Verifikasi Lapangan ke Kabupaten Sleman. Verifikasi tersebut dilaksanakan selama dua hari yaitu 2-3 Mei 2018. Rombongan diterima langsung oleh Bupati Sleman di Aula Lantai III Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Rabu (2/5) sore.

Asisten Deputi Perlindungan Anak dari Kekerasan dan Ekploitasi Kementerian PPPA, Rini Handayani mengatakan, tujuan verifikasi lapangan KLA untuk melihat kesesuaian laporan pelaksanaan KLA yang telah dilaporkan melalui aplikasi website. Sekaligus mengunjungi beberapa lokasi seperti Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM)dan Sekolah Ramah Anak. Selain itu dialog langsung dengan anak yang bertujuan mendengarkan persepsi langsung terhadap kabupaten/kota sesuai pandangan mereka.

Dijelaskan, Tim Evaluasi KLA terbagi menjadi dua, yaitu tim evaluasi verifikasi lapangan dan administrasi.  Anggota tim terdiri dari lintas sektor seperti Kementerian PPPA, Kemendagri, Kemenko PMK, Bappenas, Kemenkumham, Setneg, KPAI, Lembaga Pemerhati Anak, Perguruan Tinggi, Organisasi agama, dan Forum Anak.

Rini menambahkan evaluasi KLA 2018 melalui empat tahap, penilaian mandiri, verifikasi administrasi, verifikasi lapangan, dan terakhir verifikasi final. Penilaian mandiri sudah dilakukan pada 19 Maret hingga 2 April 2018 lalu dengan hasil dari 514 kabupaten/kota se Indonesia yang  mengisi dan mengirimkan penilaian mandiri sebanyak 386 kabupaten/kota. Dari 386 kabupaten/kota yang mendapat penilaian mandiri di atas 500 sebanyak 223 kabupaten/kota.

“Dalam evaluasi tahap kedua yaitu penilaian mandiri. Kabupaten Sleman memperoleh hasil nilai tertinggi diantara kabupaten/kota lainnya di DIY yaitu 963,04,” kata Rini.

Sementara itu Bupati Sleman, Sri Purnomo dalam paparannya menjelaskan, dalam rangka mendukung terwujudnya KLA, Kabupaten Sleman sudah membentuk 17 Kecamatan Layak Anak, 68 Desa Layak Anak dan PATBM, 25 Puskesmas Ramah Anak, 70 Sekolah Ramah Anak, 17 Forum Anak Kecamatan, dan 38 Forum Anak Desa.

Selain itu, lima klaster hak anak sebagai syarat terwujudnya KLA terus diupayakan Pemkab Sleman. Diantaranya inovasi percepatan registrasi kelahiran dan kepemilikan kutipan akta kelahiran, mengadakan berbagai kegiatan forum anak hingga tingkat desa, membentuk Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga). Selain itu pengembangan puskesmas ramah anak dengan berbagai inovasi, pembentukan Sekolah Ramah Anak, dan lainnya.

“Saya berharap berbagai upaya yang telah dilakukan bersama dalam rangka mewujudkan KLA di Kabupaten Sleman ini mendapat hasil positif. Jika tahun lalu memperoleh KLA tingkat Madya, mudah-mudahan tahun ini bisa meningkat lebih baik lagi,” pungkas Sri Purnomo. (Awn)

 

Read previous post:
MERAPI-AMIN KUNTARI Polisi merazia pelajar konvoi di wilayah Kecamatan Wates.
POLISI: KONVOI KELULUSAN RESAHKAN WARGA Pelajar Tanpa SIM Kabur Tinggalkan Motor

WATES (MERAPI) -  Belasan pelajar dirazia saat konvoi kelulusan di jalan raya Kota Wates, Kamis (3/5). Penertiban di Kota Wates

Close