POLISI: KONVOI KELULUSAN RESAHKAN WARGA Pelajar Tanpa SIM Kabur Tinggalkan Motor

MERAPI-AMIN KUNTARI Polisi merazia pelajar konvoi di wilayah Kecamatan Wates.
MERAPI-AMIN KUNTARI
Polisi merazia pelajar konvoi di wilayah Kecamatan Wates.

WATES (MERAPI) –  Belasan pelajar dirazia saat konvoi kelulusan di jalan raya Kota Wates, Kamis (3/5). Penertiban di Kota Wates bahkan diwarnai aksi kejar-kejaran antara polisi dan pelajar.
Selain meresahkan warga, para pelajar ini ternyata tidak mengantongi surat-surat kelengkapan berkendara.
Razia dari petugas Satlantas Polres Kulonprogo digelar di delapan titik dengan melibatkan Polsek jajaran. Namun penindakan berupa tilang, hanya dilakukan di wilayah Kecamatan Wates.
“Total ada puluhan pelajar yang terjaring razia. Dari sekian itu, 16 di antaranya kami tilang,” kata Kasatlantas Polres Kulonprogo, AKP Maryanto, di sela pelaksanaan razia.
Dalam razia ini, petugas Satlantas juga terpaksa menahan enam kendaraan para pelajar lantaran tidak dilengkapi surat-surat. AKP Maryanto menyayangkan masih banyaknya pelajar yang melakukan konvoi untuk merayakan kelulusan dengan mengabaikan ketertiban dan keselamatan berlalu lintas.

“Ini meresahkan. Tadi di wilayah Bojong, Kecamatan Panjatan, sempat ada rombongan pelajar konvoi yang mengakibatkan seorang warga jatuh. Beruntung ia hanya mengalami luka ringan,” jelasnya.
AKP Maryanto kemudian mengimbau kepada para pelajar agar tidak melakukan konvoi dalam merayakan kelulusan, terlebih tanpa menggunakan kelengkapan berkendara di jalan raya. Pihaknya tidak akan segan bertindak tegas kepada para pelajar yang kedapatan melanggar .
“Mereka adalah generasi muda yang seharusnya memiliki cita-cita tinggi, serta harus bisa menjaga ketertiban masyarakat,” ujarnya.

Razia yang digelar petugas Satlantas Polres Kulonprogo sempat diwarnai aksi kejar-kejaran. Pelajar yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) berusaha kabur saat dihentikan petugas. Salah satunya adalah Johan Eko Prayitno (18). Pelajar warga Dusun Kedungpring, Desa Giripeni, Kecamatan Wates ini sempat kabur meninggalkan motornya saat petugas menggelar razia di Jalan Pahlawan, Nagung, Wates. Namun beberapa saat kemudian, ia kembali menghampiri motornya yang ditinggal di pinggir jalan lantaran teringat bahwa kendaraan tersebut kondisinya masih baru.
“Tadi pas lihat ada polisi, saya lari karena takut, tapi kemudian ingat kalau motornya baru dibelikan, jadi saya kembali,” katanya. (Unt)

 

Read previous post:
Polres Pati Bagikan Buku Arief Effect

PATI ( MERAPI ) - Buku Arief Effect yang ditulis Farouk Anaz diberikan secara cuma-cuma Polres Pati ternyata banyak peminatnya.

Close