LBH Yogya Sesalkan Kekerasan terhadap Advokat

 

Yogi Zul Fadhli SH (kiri) bersama keluarga besar LBH Yogyakarta saat memberi keterangan pers.(MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)
Yogi Zul Fadhli SH (kiri) bersama keluarga besar LBH Yogyakarta saat memberi keterangan pers.(MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

YOGYA (MERAPI) – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta menyayangkan tindakan aparat kepolisian yang melakukan penganiayaan terhadap Emanuel Gobay salah satu advokat LBH Yogyakarta di Polda DIY, Selasa (1/5). Penganiayaan dilakukan aparat saat korban menjalankan tugas profesi untuk mendampingi sejumlah mahasiswa yang ditangkap saat aksi di sekitar Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta.

“Korban Emanuel Gobay, salah satu pengacara LBH Yogyakarta kena hajar polisi. Ia mengalami luka memar dan lecet geser di bagian kepala dekat telinga,” ujar Yogi Zul Fadhli SH salah satu perwakilan dari LBH Yogyakarta dalam keterangan pers kepada wartawan, Kamis (3/5).

Terhadap kejadian tersebut, pihaknya menyampaikan kehadiran LBH Yogyakarta ke kantor Polda DIY didasarkan pada permohonan bantuan hukum. Kapasitas LBH Yogyakarta yang hadir pada Selasa malam dalam rangka melakukan pelayanan bantuan hukum dan memberikan bantuan hukum.

Di samping itu, tindakan polisi yang menghalangi advokat atau pengacara publik LBH Yogyakarta untuk menemui mahasiswa apalagi sampai melakukan tindakan kekerasan jelas mengabaikan ketentuan Pasal 5 ayat 1 Undang-Undang Nomor 18 tahun 2003 tentang Advokat.

Perlakuan oknum polisi di lingkungan kantor Polda DIY terhadap LBH Yogyakarta merupakan perilaku yang tidak dapat dibenarkan. Kekerasan jelas di luar batas ketentuan perundang-undangan yang jika tidak ditindak tegas akan menjadi preseden buruk yang mengancam advokat dalam menjalankan tugas profesinya.

Kekerasan oleh oknum polisi di kantor Polda DIY akan jadi contoh bagi aparat penegak hukum lain untuk sewenang-wenang terhadap advokat yang merupakan profesi mulia (officium nobile). “Untuk itu kami menyatakan sikap, menolak segala bentuk tindakan kekerasan dan menyayangkan tindakan pemukulan dan pengroyokan terhadap advokat/pengacara publik LBH Yogyakarta yang dilakukan oleh oknum polisi di lingkungan kantor Polda DIY,” lanjut Yogi menegaskan.

Untuk itu LBH Yogyakarta menuntut Kepala Polisi Republik Indonesia dan Kepala Polisi Daerah Istimewa Yogyakarta untuk meminta maaf secara terbuka kepada advokat khususnya advokat LBH Yogyakarta. Selain itu polisi juga harus menindak tegas anggota yang telah melakukan pemukulan dan pengeroyokan,” tegasnya. (C-5)

 

Read previous post:
Hindari Motor Bronjong, Truk Tangki Tabrak Tiang Listrik

SUKOHARJO (MERAPI) - Truk tangki mengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) milik PT Pertamina dengan Nopol L 8576 UU menabrak sebuah

Close