Musim Sadranan Dimanfaatkan Pedagang Bunga

Pedagang bunga tabur menjamur di Sukoharjo. (MERAPI-Wahyu Imam Ibadi)
Pedagang bunga tabur menjamur di Sukoharjo. (MERAPI-Wahyu Imam Ibadi)

 

SUKOHARJO (MERAPI) – Momen sadranan dimanfaatkan pedagang bunga tabur dengan berjualan disepanjang Jalan Jenderal Sudirman dan di depan Pasar Ir Soekarno. Para pedagang tersebut beradal dari berbagai daerah. Harga bunga tabur sendiri sekarang mengalami kenaikan dan terus naik saat mendekati puasa Ramadan.

Pedagang bunga tabur di Jalan Jenderal Sudirman Sukoharjo Sulayem, Rabu (2/5) mengatakan, sengaja datang dari daerah asal Boyolali ke Sukoharjo hanya untuk berjualan bunga tabur. Sebab momen sadranan seperti sekarang sangat ditunggu pedagang bunga tabur. Sebab disaat ini permintaan bunga tabur mengalami peningkatan signifikan. Masyarakat membeli bunga tabur untuk mengunjungi makam keluarga.

Tingginya permintaan membuat harga bunga tabur mengalami kenaikan. Apabila sebelumnya satu besek bambu bunga tabur hanya dihargai Rp 10 ribu maka sekarang naik menjadi Rp 15 ribu. Harga tersebut diperkirakan terus mengalami kenaikan menjelang puasa Ramadan.

“Biasanya sebelum puasa Ramadan atau akhir musim sadranan harga bunga tabur terus naik. Tahun lalu bisa tembus diatas Rp 20 ribu perbesek bambu,” ujar Sulayem.

Dalam satu hari Sulayem mampu menjual beberapa besek bambu bunga tabur. Hasilnya tersebut cukup memberikan pendapatan untuk dibawa pulang ke rumah.

“Pedagang bunga tabur semakin banyak saat sadranan jadi masyarakat bisa memilih beli ke siapa. Kalau dulu pedagangnya sedikit jadi keuntungannya banyak karena sainganya sedikit,” lanjutnya.

Pedagang bunga tabur di Pasar Ir Soekarno Nanti mengatakan, bunga tabur didapat dari petani yang memberikan kiriman. Dengan demikian maka pedagang tidak mengalami kesulitan untuk berjualan.

“Sekarang yang jualan bunga tabur semakin banyak. Sebab momennya memang sekarang ada sadranan. Kalau di luar sadranan pedagangnya sedikit,” ujarnya.

Narni mengaku harga bunga tabur meski mengalami kenaikan namun dianggap masih wajar. Sebab harga Rp 15 ribu perbesek bambu belum terlalu tinggi dibanding tahun sebelumnya.

“Stok barang sangat melimpah sehingga harga masih terkendali. Nanti kalau permintaan semakin banyak maka harga terus naik,” lanjutnya. (Mam)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Ini Kejadian dalam Penerbangan Lion Air JT 120 Rute Cengkareng – Tanjung Pandan

CENGKARENG (MERAPI) – Pihak Lion Air member of Lion Air Group menyampaikan, bahwa pesawat Boeing 737-800NG beregistrasi PK-LJY yang melayani

Close